Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Universitas Jember Buka Program Studi Magister Hukum Forensik

Direktur Program Pascasarjana Unej M. Arief Amrullah [foto: Humas Unej]

Jember (beritajatim.com) – Universitas Jember akan membuka Program Studi Magister Hukum Forensik. Dengan demikian, Unej akan jadi perguruan tinggi pertama di Indonesia yang memiliki program studi yang akan mendidik pegiat hukum dan aparat penegak hukum untuk mengungkapkan suatu tindak pidana dengan cara mendapatkan alat bukti forensik.

Direktur Program Pascasarjana Unej M. Arief Amrullah mengatakan, saat ini proses pendirian Program Studi Hukum Forensik sudah berjalan dan semua berkas sudah siap. “Tinggal menunggu penyelarasan akhir dengan rektorat untuk kemudian diajukan ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek di Jakarta,” katanya, sebagaimana dilansir Humas Unej, usai dilantik Rektor Iwan Taruna di aula lantai 3 gedung rektorat dr. R. Achmad, Senin (29/11/2021).

Unej menjalin kerjasama dengan instansi terkait seperti Kepolisian RI dan lembaga lainnya, karena program studi ini multi disiplin ilmu. Menurut Arief, program studi baru ini penting saat ini karena sangat membantu aparat penegak hukum untuk mengungkapkan suatu tindak pidana, mulai dari tingkat penyidikan sampai pada tahap pengadilan terhadap kasus yang berhubungan dengan tubuh manusia maupun materi lainnya.

“Nantinya di Program Studi Hukum Forensik ini, mahasiswa akan mendapatkan materi cara untuk membuktikan atau mengungkap kasus untuk mendapatkan kebenaran yang sesungguhnya,” kata Arief.

Arief mengatakan, setelah pendirian Program Studi Magister Hukum Forensik, pihaknya akan mendirikan Program Studi Magister Hukum Kekayaan Intelektual. Selain mendirikan program studi baru, Unej memperkuat kerjasama dengan mitra dan penyusunan rencana strategis Program Pascasarjana yang harus segaris dengan rencana strategis Universitas Jember yang kini sudah menjadi Badan Layanan Umum. [wir/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Monstera Cafe, Tempat Kopi Hits di Puncak Kota Batu

APVI Tanggapi Soal Kenaikan Cukai Rokok Elektrik

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati