Pendidikan & Kesehatan

Universitas Jember Berikan Bimbingan Konseling untuk Mahasiswa Radikal

Jember (beritajatim.com) – Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengantongi identitas sejumlah mahasiswa yang terpapar radikalisme berdasarkan pemetaan terhadap kurang lebih 15 ribu orang mahasiswa pada 2017.

“Kami melihat akar persoalannya dan seperti apa bentuknya, tingkat kadarnya. Setelah kita tahu, kami lakukan penanganan sesuai kadar (radikalisme)-nya. Dari hasil pemetaan inilah, ada rangkaian program yang berlaku umum dan khusus. Rekonstruksi kurikulum dan penguatan sumber daya manusia berlaku umum,” kata Ketua Tim Pemetaan Pemikiran Keagamaan LP3M Akhmad Munir, Selasa (26/11/2019).

“Yang berlaku khusus adalah konseling. Kami sudah melihat bahwa beberapa (mahasiswa) di antaranya ada yang terlibat organisasi terlarang yang mengusung idelogi transnasional. Beberapa dosen yang sudah paham bagaimana melakukan proses tahapan-tahapan konseling terkait kadar radikalisme, kami terjunkan dan itu sudah bekerja. Mahasiswa-mahasiswi kita yang sudah yakin dengan ideologi transnasional bukan persoalan sederhana. Penanganannya bersifat pribadi,” kata Munir.

Bagaimana cara menangani mahasiswa-mahasiswi yang sudah terpapar kuat paham radikalisme keagamaan ini tanpa gejolak? “Kami tidak melarang simbol-simbol yang mereka gunakan. Dosen yang melakukan konseling hanya memberikan keragaman perspektif mengenai Islam, karena dengan keragaman perspektif, dia akan berpikir sendiri bahwa tidak hanya satu (tafsir keislaman) yang mereka pahami seperti selama ini,” kata Munir. Unej juga melakukan tindakan preventif dengan menggelar laboratorium pesantren yang melibatkan para ulama ahlussunnah wal jamaah untuk memberikan pembinaan secara intensif kepada seluruh mahasiswa. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar