Pendidikan & Kesehatan

Universitas Jember Belum Bisa Penuhi Permintaan Pemkab Situbondo

Ketua LP2M Universitas Jember Achmad Subagio

Jember (beritajatim.com) – Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, belum bisa memenuhi permintaan Pemerintah Kabupaten Situbondo.

Pemerintah Kabupaten Situbondo meminta penerjunan mahasiswa untuk KKN (Kuliah Kerja Nyata) tematis peternakan yang bekerjasama dengan Kementerian Pertanian. Namun Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unej terkendala pada terbatasnya jumlah mahasiswa peserta KKN.

Ketua LP2M Universitas Jember Achmad Subagio mengatakan, penerjunan KKN periode I tahun akademik 2019/2020 ini hanya diikuti oleh 452 mahasiswa. “Ini berbeda dengan periode II yang pesertanya hingga ribuan orang. Oleh karena itu LP2M dengan terpaksa tidak bisa memenuhi permintaan Pemkab Situbondo,” katanya, sebagaimana dilansir Humas dan Protokol Unej, Selasa (7/1/2020).

Menurut Subagio, KKN periode I memang biasanya hanya diikuti oleh sedikit mahasiswa jika dibandingkan dengan KKN periode II yang waktunya berbarengan dengan masa libur panjang. “Oleh karena itu permohonan penerjunan mahasiswa KKN di Situbondo rencananya akan dipenuhi di periode II nanti,” katanya.

Sementara itu, dari 452 mahasiswa Universitas Jember peserta KKN periode I tahun akademik 2019/2020, sebanyak 234 orang mahasiswa diterjunkan di Bondowoso, 123 orang mahasiswa bertugas di Lumajang, 96 orang mahasiswa di Jember, 20 orang mahasiswa di Mojokerto, dan 10 orang mahasiswa mengikuti KKN Internasional di Malaysia.

Mereka akan melaksanakan KKN di 54 desa dengan didampingi oleh 18 dosen pendamping lapangan (DPL). Tema KKN yang dilaksanakan di Jember, Lumajang dan Bondosowo meliputi tema Desa Sejahtera Mandiri, tema Desa Wirausaha dan Wisata, serta Desa Tangguh Bencana. Kegiatan KKN periode I tahun akademik 2019/2020 akan berakhir pada 19 Februari 2020.

“Tantangannya adalah bagaimana menjalankan program yang pas buat warga desa dalam jangka waktu yang singkat. Oleh karena itu mahasiswa harus segera beradaptasi dengan kondisi desa, melakukan pemetaan dan melaksanakan program yang sudah direncanakan,” kata Rektor Unej Moh. Hasan. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar