Pendidikan & Kesehatan

Universitas Brawijaya Malang Terus Lakukan Pencegahan Penyebaran Corona

Rektor UB, Nuhfil Hanani.

Malang (beritajatim.com) – Universitas Brawijaya (UB) mendukung program pemerintah dalam mengurangi penyebaran virus corona Covid-19, seperti langkah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di lingkungan kampus. Antara lain dengan mengisolasi kampus, Work From Home, serta penerapan Social Distancing dan melakukan kegiatan belajar mengajar secara daring.

“Kami juga menyiapkan sarana prasarana pembejalaran daring, dan melakukan isolasi mandiri bagi mahasiswa yang datang dari luar kota atau luar negeri Phsyhcal distancing menjadi hal penting yang harus dilakukan saat ini,” kata Rektor UB, Nuhfil Hanani, Selasa, (19/5/2020).

UB Malang baru saja melakukan diskusi daring bersama IKA UB ke-10, pada Minggu (17/5/2020) kemarin. Nuhfil mengatakan PSBB di kampus sebagai upaya pencegahan, mengingat tingkat kematian di Jatim akibat Covid-19 menjadi yang terbanyak (8.68%) dibandingkan nasional (6.4%), dan tingkat kesembuhan yang lebih rendah (14.35%) dibandingkan nasional (22.97%).

Diskusi ini juga diikuti, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Fadhil Imron. Dia menyebut sikap disiplin dalam mengikuti peraturan pemerintah untuk melakukan physical distancing menjadi obat sekaligus vaksin bagi virus corona. Upaya Pembatasan Sosial Berskala Besar, larangan mudik, menggunakan masker, tetap berada dirumah, mencuci tangan dengan sabun akan efektif memutus rantai penyebaran dan penularan virus Covid-19, apabila dilaksanakan dengan penuh displin. “Kalau sudah melaksanakan PSBB dengan prinsip-prinsip disiplin didalamnya maka kita bisa mulai hidup normal,” kata Fadhil Imron.

Sementata Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur Emil Elistianto Dardak, yang juga ikut dalam diskusi itu yakin tingkat penyebaran virus corona akan turun dan perekonomian Indonesia bisa pulih kembali. Langkah Pemprov Jatim untuk menstimulus pertumbuhan ekonomi, menjalin kerjasama dengan UKM dan E-Commerce. Kegiatan yang dilakukan mengadakan kegiatan Ramadhan Sale untuk meningkatkan gairah daya beli masyarakat.

“Melalui program Ramadhan Sale kita berikan diskon 25 persen bahkan lebih untuk setiap pembelian Produk-produk UKM dan E-Commerce. Saat ini tidak hanya daya beli dan konsumsi yang menurun tapi juga pola beli mengalami penurunan. Pola beli bukan berarti dia ndak bisa beli tapi menunda keinginan untuk membeli. Hal ini akan menjadi upaya kita untuk mengantisipasi jika corona belum juga mereda,” tandas Emil. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar