Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Unisla Beri Beasiswa Bagi Juara MTQ dan Energi Baru pada Pemkab Lamongan

Lamongan (beritajatim.com) – Universitas Islam Lamongan (Unisla) bakal memberikan beasiswa bagi para kafilah asal Lamongan yang berhasil mengukir prestasi membanggakan pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-29, di Pamekasan Jawa Timur, pada beberapa waktu yang lalu.

Melalui beasiswa tersebut, para kafilah itu bisa menempuh kuliah S1 di Unisla tanpa dipungut biaya seperserpun alias gratis. Hal itu seperti yang disampaikan oleh Rektor Unisla, Bambang Eko Muljono usai melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan seluruh Dinas yang ada di Pemkab Lamongan.

“Bagi para juara 1,2 dan 3 yang belum masuk perguruan tinggi, akan kami terima di Unisla. Bagi yang juara 1 enggak usah bayar biaya apapun. Mereka kami perbolehkan memilih jurusan yang diinginkan. Namun hanya sampai pendidikan S-1,” ujar Bambang, Selasa (16/11/2021).

Tak hanya itu, Bambang menuturkan, dengan adanya MoU tersebut, Unisla siap memberikan energi baru bagi Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk menyatukan visi misi menuju kejayaan Lamongan yang berkeadilan.

“Kalau (Unisla dan Pemkab) sama-sama fokus se-visi dan misi, maka energinya bisa banter (cepat). Karena semua menuju ke tujuan yang diharapkan. Namun, tetap sesuai dengan porsinya masing-masing,” tutur Bambang.

Rektor Unisla Bambang Eko Muljono dan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat melakukan penandatanganan MoU, di Kampus Unisla, Selasa (16/11/2021).

Energi itu, kata Bambang, wujud kolaborasi lintas sektoral yang tercermin dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, yang juga tertuang pada Permendikbud No. 3 Tahun 2020.

“Kita punya instrumen untuk penelitian, program ini melibatkan seluruh mahasiswa dan civitas. Sekitar 18 OPD dari Pemkab Lamongan bakal terintegrasi dengan kita,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Bambang menambahkan, sebagai lembaga perguruan tinggi, tentu Unisla ingin menjadi pendamping penelitian dan juru riset dari rencana jangka panjang, sehingga penelitian itu bisa menjadi rujukan maupun pertimbangan pembangunan.

“Porsi kita sebagai akademisi, memanfaatkan tenaga yang ada untuk landasan seperti prototype program pemerintah, walaupun hanya tataran konsep untuk diteliti. Selanjutnya bisa ditindaklanjuti Pemkab, karena sudah ada hasil ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan. Misalnya, diskusi penelitian mengenai banjir. Kita bisa membuat roadmap, kira-kira banjir bisa diselesaikan dalam kurun waktu berapa lama,” terangnya.

Jajaran rektorat Unisla dan sejumlah pejabat Pemkab Lamongan saat foto bersama usai penandatanganan MoU.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang akrab disapa Bupati YES ini sangat mengapresiasi langkah Unisla yang siap memberikan beasiswa bagi para kafilah yang berhasil menjuarai ajang MTQ Ke-29 tingkat Jatim.

“Tadi juga disampaikan kembali oleh Pak Rektor, tidak hanya Juara MTQ ke-29 Jatim saja. Tapi juga atlet PON Papua maupun atlet-atlet yang menjadi bintang nanti diberikan beasiswa di Unisla,” ucap Bupati YES usai menandatangani MoU, dan mewakili seluruh Dinas Pemkab Lamongan.

Bahkan, Bupati YES juga menyambut baik kerjasama dan kolaborasi antara Unisla dengan Pemkab Lamongan. Menurutnya, kerjasama tersebut melengkapi konsep Pentahelix yang selama ini digaungkan, serta tugas untuk memajukan daerah akan tampak lebih baik.

“Di dalam klausul itu ada pengabdian masyarakat, ada kerjasama penelitian, ada kerjasama magang dan sebagainya. Itu sangat baik untuk membekali mahasiswa ke depannya. Tentunya Pemkab punya energi baru untuk saling bersinergi menuju kejayaan Lamongan yang berkeadilan,” pungkasnya. [riq/but]

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar