Pendidikan & Kesehatan

Unesa Siapkan Tim Trauma Healing untuk Kepulangan Mahasiswa dari Natuna

Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswa Unesa yang sempat tertahan di Wuhan saat ini masih berada di Pangkalan Militer Natuna untuk upaya observasi, Rabu (12/2/2020).

Beberapa diantaranya masih memiliki  masa kuliah aktif di Central China Normal University sehingga selama di Natuna mereka melakukan kuliah daring. Rencananya mereka diobservasi bersama 230 an Warga Negara Indonesia (WNI) lainnya yang berasal dari Wuhan selama 14 hari.

Oleh karenanya Unesa menyiapkan program penyambutan mahasiswa dari Wuhan jika waktunya dipulangkan nanti. Program ini lebih fokus pada trauma healing dan sosialisasi mahasiwa lainnya untuk menerima teman temannya dari Wuhan seperti biasa.

Dr Diana Rahmasari M.Si Psikolog Kajur Departemen Psikologi mengumpulkan 300 mahasiswa FBs dan perwakilan dari 7 BEM Fakultas serta orang tua wali mahasiswa dari Wuhan.

“Tujuannya adalah menyampaikan sosialisasi kampus Unesa dan pemaparan terkait kepulangan mahasiswa dari Natuna. Hari ini sosialisasi itu berupa pemaparan jadi pemaparan bahwa mahasiswa yang akan kembali dari Natuna ini harus diterima dengan baik,” ujar Dr Diana.

Dr Diana pun mengatakan bahwa mahasiswanya dinyatakan sehat dan aman dari virus Corona. Setibanya di Surabaya, mereka akan kembali mengikuti perkuliahan secara normal, maka mereka harus mendapatkan perlakuan yang normal.

“Ini memang tahap pertama ya bisa jadi akan dilanjutkan tahap tahap berikutnya sekiranya masih butuh. Tetapi kali ini Unesa lebih fokus pada tim trauma healing. Tim ini nanti yang akan melakukan ataupun atau penilaian terhadap kecemasan para mahasiswa yang datang dari Natuna,” tukasnya.

Terlebih tim trauma healing Unesa juga akan melakukan penilaian terhadap kondisi psikis para orang tua karena menurutnya yang cenderung lebih cemas adalah orang tua mahasiswa.

“Selain mahasiswa, kami juga akan pantau orang tua atau wali itu lebih bagus satu diantara yang dilakukan adalah para psikolog dari unit ini akan datang ke rumah orang tua sesuai dengan daerah,” terangnya.

Menurut Diana pada 16 Februari mendatang mahasiswa sudah selesai tahap observasi kesehatan. Namun setelah itu mereka akan mendapatkan beberapa jadwal lain dalam beberapa hari.

“Tanggal 16 seharusnya sudah selesai ya Pengumuman kondisi kesehatan dari Kementerian Kesehatan kemudian masih ditambah 2 hari akan keliling Natuna kemudian ternyata 2 hari lagi akan diajak ke Jakarta ketemu presiden Jokowi. Jadi kami kalau untuk tanggal kepastian belum tahu tetapi kami mempersiapkan sejak minggu depan itu kami sudah siap untuk menerima Kedatangan para mahasiswa,” pungkasnya. [adg/ted]¬†

Apa Reaksi Anda?

Komentar