Pendidikan & Kesehatan

Unesa Gelar Webinar Kebangsaan, Gali Potensi Papua Untuk Kesetaraan Pendidikan

Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) punya cara spesifik untuk membantu mengatasi kesenjangan pendidikan dan pengetahuan di Tanah Air. Salah satunya berupaya menggali potensi mahasiswa Papua melalui kegiatan webinar nasional “Wawasan Kebangsaan: Potensi Mahasiswa Papua di Masa Depan”

Rektor Unesa Prof. Nurhasan mengatakan webinar tersebut digelar karena Unesa sebagai perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk terus mewarisi dan menghidupkan nilai-nilai kebhinekaan, untuk mendukung persatuan dan kesatuan bangsa.

“Secara spesifik, tema hari ini sangat menarik dan jarang diangkat sebagai bentuk apresiasi terhadap anak bangsa, yaitu potensi mahasiswa Papua di masa depan,” katanya.

Dia mengatakan apresiasi terhadap sejumlah prestasi mahasiswa papua adalah bentuk penguatan akan beragamnya potensi semua anak bangsa.

“Potensi dan prestasi anak bangsa dari Sabang sampai Merauke akan memperkuat jalinan persatuan dan kesatuan untuk menyongsong Indonesia Emas,” ujarnya.

Hal itu, lanjut Nurhasan, menjadi komitmen Unesa untuk ikut memberikan andil dalam memunculkan potensi, merawat, memberikan bekal inovasi, dan meningkatkannya satu langkah di depan sesuai jargon “Unesa Satu Langkah di Depan”.

Tokoh Papua di Jatim Ruben Simunapendi mengatakan potensi anak-anak Papua di masa depan sangatlah besar jika mendapatkan pendidikan tinggi. Namun saat ini anak-anak muda Papua telah banyak yang mendapat pendidikan hingga perguruan tinggi.

“Saya memotivasi bahwa harus belajar yang baik, menuntut ilmu san kalau kalau kembali ke Papua ilmunya harus bermanfaat untuk masyarakat Papua,” katanya.

Salah satu mahasiswa Papua di Unesa asal Kabupaten Sorong, Papua Barat, Merlin Kalawen menyatakan dirinya semakin semangat ingin membangun Papua. Dia bertekad membangun sistem pendidikan Papua yang lebih maju.

“Saya tergugah untuk segera menjadikan anak Papua maju. Mendapat pendidikan memadai. Saya ingin nantinya membangun pendidikan Papua yang lebih maju,” ucap Merlin.

Merlin mengaku sangat nyaman karena Surabaya dan Jatim menjunjung keberagaman dan persaudaraan yang tinggi. Mahasiswi ini bahkan sampai menemukan ibu angkat di Surabaya. (adg/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar