Pendidikan & Kesehatan

Unej Tak Mau Jadi Episentrum Covid

Gedung Universitas Negeri Jember (Unej)

Jember (beritajatim.com) – Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, tengah mematangkan dua skenario menghadapi era normal baru di tengah pandemi Covid-19. Rektorat tetap mengedepankan keselamatan dan kesehatan warga kampus.

New Normal skenario pertama adalah blended learning. Kuliah dilakukan dengan tatap muka dan daring (dalam jaringan) internet dengan asumsi pandemi Covid-19 sudah mereda. “Dalam skenario ini mahasiswa akan berada di kampus selama tiga bulan dan melanjutkan belajar secara daring untuk tiga bulan selanjutnya di rumah masing-masing,” kata Rektor Iwan Taruna, sebagaimana dilansir Humas dan Protokoler Unej, Sabtu (13/6/2020).

Namun jika ternyata pandemi Covid-19 belum mereda, menurut Iwan, maka mau tidak mau proses belajar mengajar selama satu semester akan dilakukan secara daring. “Bagaimana pun juga keselamatan dan kesehatan warga kampus menjadi yang utama,” kata dosen Fakultas Teknologi Pertanian ini.

Iwan mengatakan, dari 31.796 mahasiswa aktif Universitas Jember, 76 persen di antaranya berasal dari daerah berstatus merah di Jawa Timur. Jika proses belajar mengajar secara tatap muka dilaksanakan, dikhawatirkan kampus akan menjadi episentrum baru penularan Covid-19. Ini yang membuat rektorat berhati-hati dalam memutuskan antara membuka kampus atau meneruskan belajar secara daring.

Dafik, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, mengatakan, transfer ilmu pengetahuan dan teknologi mungkin bisa dilakukan secara daring. Namun pembelajaran tatap muka harus tetap dilakukan untuk kompetensi terkait praktik, sikap, dan nilai. Ini yang saat terpaksa ditiadakan.

Setiap tahun, FKIP mengirimkan seribu mahasiswa untuk melaksanakan praktik mengajar di sekolah-sekolah. “Tapi dengan adanya pandemi Covid-19, maka kegiatan tersebut untuk sementara ditiadakan. Padahal mahasiswa FKIP sebagai calon guru memerlukan praktek mengajar di depan kelas,” katanya. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar