Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Unej Jember Siapkan Beasiswa Magister dan Doktoral untuk 20 Perempuan Afganistan

Rektor Unej Iwan Taruna

Jember (beritajatim.com) – Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyiapkan program beasiswa jenjang magister (S2) dan doktoral (S3) untuk 20 orang perempuan asal Afganistan. Mereka boleh memilih seluruh program studi jenjang magister dam doktoral yang ada.

Unej adalah salah satu daru 43 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia yang akan bergabung menyukseskan program beasiswa bagi perempuan Afghanistan. “Kami menyiapkan beasiswa berupa pembebasan Uang Kuliah Tunggal dan menyediakan fasilitas pendukung seperti lokasi tinggal selama di Jember. Sementara biaya hidup rencananya akan diberikan oleh pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri,” kata Rektor Universitas Jember Iwan Taruna.

Unej ingin turut berkontribusi bagi pembangunan Afganistan. Penguatan sumber daya manusia diharapkan akan memperbaiki kondisi negara tersebut. “Saya yakin perempuan adalah salah satu tulang punggung pembangunan bangsa,” katanya.

“Perempuan pun berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Oleh karena itu kami tak ragu mengalokasikan kursi bagi perempuan Afganistan, termasuk jika ternyata ada yang ingin mendaftarkan diri di jenjang sarjana,” kata Iwan, sebagaimaan dilansir Humas Unej, Sabtu (30/4/2022).

Unej menunggu hasil perundingan lanjutan antara Kementerian Luar Negeri dengan pemerintah Afghanistan. Iwan berharap, perempuan Afghanistan yang kuliah di Jember diharapkan bisa melihat dari dekat perempuan di Indonesia turut aktif membangun bangsa dan negara. ‚ÄúSemoga kondisi sosial budaya Indonesia, khususnya Jember akan memberikan inspirasi bagi mahasiswi asal Afghanistan yang nanti memanfaatkan program beasiswa ini,” katanya.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam sebuah wawancara dengan media pada Januari 2022 menegaskan komitmen Indonesia untuk membantu pemulihan kondisi Afghanistan. Salah satu syaratnya adalah meminta Taliban selaku penguasa Afghanistan saat ini untuk menghormati Hak Asasi Manusia (HAM), termasuk penghormatan terhadap hak-hak perempuan Afghanistan. [wir/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar