Pendidikan & Kesehatan

UNAIR Turut Andil Kurangi Polusi Udara, Tanam 1000 Pohon

Surabaya (beritajatim.com) – Pentingnya kualitas udara di kota metropolitan sangat dibutuhkan karena banyaknya masyarakat yang tinggal dan menjadi pusat kehidupan. Terjadinya penebangan liar dan berkurangnya ruang hijau yang diganti oleh bangunan-bangunan berkaca semakin menambah buruk efek global warming.

Menyikapi hal tersebut, Universitas Airlangga (UNAIR) menyambut mahasiswa baru dengan mengadakan penanaman 1000 pohon pada Minggu (4/8/2019) di belakang Gedung Fakultas Farmasi Kampus C UNAIR. Kegiatan itu merupakan serangkaian acara Amerta PKKMB UNAIR 2019.

Acara itu dibuka oleh Tri Rismaharini selaku Walikota Surabaya dan H. M. Rizal Effendi, S.E selaku Walikota Balikpapan, Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., M.T. Ak., CMA selaku Rektor UNAIR, dan disaksikan langsung oleh jajaran dekanat fakultas beserta 7000 mahasiswa baru UNAIR.

Prof. Nasih dalam sambutannya menyatakan bahwa penanaman pepohonan  itu diharapkan dapat membuat kualitas udara di Surabaya semakin membaik. Hal itu merupakan bentuk perwujudan cinta serta persembahan pada Surabaya, Indonesia, dan dunia.

“Program ini akan menjadi program yang berkelanjutan dan juga akan dilakukan pemantauan secara berkala. Para mahasiswa nantinya juga akan kita ajak secara aktif untuk merawat dan juga bersama-sama membangun ruang hijau di kampus serta daerah lain,” ungkapnya.

Sementara itu, Risma mengatakan bahwa program penanaman pohon merupakan ide cerdas UNAIR dalam menangani efek global warming. Selain memperbaiki kualitas udara manfaat lain yang didapat adalah mampu memperbaiki kualitas air dan juga tanah disekitarnya.

“Saat hujan nantinya pohon dapat menyimpan air dan akan digunakan ketika musim kemarau. Maka dari itu penanaman pohon dan perawatan dengan baik perlu dilakukan secara berkala. Saat ini beberapa sudut di kota Surabaya sudah jarang mengalami banjir dikala hujan karena sudah aktif melakukan reboisasi. Kedepannya program ini akan dilakukan secara terus-menerus,” pungkasnya.

Selain itu, dalam  acara tersebut UNAIR juga membagikan botol minum berupa tumbler yang dapat digunakan untuk mengisi air minum isi ulang. Hal itu merupakan langkah awal UNAIR dalam mengurangi sampah plastik yang ada di kampus. Gagasan tersebut juga mendapatkan apresiasi dan acungan jempol dari Risma. Menurutnya pembagian botol itu juga akan diterapkan di kantor kerjanya karena dapat meminimalisir penumpukan sampah plastik.

“Dengan menanam pohon, nantinya kita akan memberikan kualitas oksigen yang baik dan bermanfaat. Selaku penanam hal itu merupakan bentuk amal jariyah yang akan kita tuai kelak. Pengurangan penggunaan plastik juga harus dilakukan untuk mengurangi racun dan pencemaran tanah,” tutup Risma. (kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar