Pendidikan & Kesehatan

Unair Tingkatkan ‘Academic Mobility Exchange’ Melalui Program Ini

Surabaya (beritajatim.com) – Dalam rangka meningkatkan kualitas AMERTA (Academic Mobility Exchange for Undergraduate at Airlangga), Direktorat Pendidikan Universitas Airlangga (Unair) menggelar Workshop AMERTA XI. Acara itu bertempat di Luminor Hotel Jemursari, Surabaya puluhan dosen mengikuti workshop yang digelar pada Jumat (26/7/2019).

Seminar tersebut dihadiri Wakil Rektor I Unair Prof. dr., Djoko Santoso, Ph.D., K-GH., FINASIM dan Direktur Pendidikan Unair Prof. Dr. Bambang Sektiari Lukiswanto, DEA, DVM. Hadir sebagai nara sumber dalam workshop Ketua Pusat Inovasi Pembelajaran dan Sertifikasi (PIPS) Unair Yuni Sari Amalia S.S., M.A., Ph.D. yang membawa materi Inovasi Pembelajaran Kelas Jarak Jauh.

Pemateri kedua ialah Sekretaris Eksekutif  – Airlangga Global Engagement Dian Ekowati SE.,M.Si.,M.AppCom(OrgCh).,Ph.D yang membawa materi Evaluasi AMERTA dan Tindak Lanjut Airlangga Global Engagement. Pemateri ketiga, Kasubdit Pengembangan Pendidikan Irfan Wahyudi S.Sos., M.Comms., PhD. yang membawa materi Sosialisasi AMERTA Baru.

Direktur Pendidikan UNAIR Prof. Dr. Bambang Sektiari Lukiswanto, DEA, DVM. menyampaikn, AMERTA merupakan program yang ditujukan kepada mahasiswa-mahasiswa dari luar negeri yang akan melakukan proses pembelajaran dengan mengambil mata kuliah yang ditawarkan oleh Unair. Sampai saat ini, AMERTA sudah berlangsung 11 kali.

Program AMERTA adalah program-program yang sangat mendukung student mobility terutama mobilitas mahasiswa dari berbagai negara ke Universitas Airlangga. Unair menawarkan sudut pandang lain dalam proses pembelajaran. Program ini tidak hanya diikuti negara-negara ASEAN tetapi juga diikuti oleh berbagai negara di seluruh dunia.

Mahasiswa yang mengikuti program AMERTA berasal dari berbagai negara yang tergabung dalam AUN (ASEAN University Network) maupun negara non-AUN. Untuk negara AUN berasal dari Malaysia, Brunei Darussalam, Myanmar, Kamboja, Thailand, Filipina dan Vietnam. “Yang berasal dari Eropa juga banyak. Di antaranya adalah mahasiswa asal Prancis, Jerman, Belanda dan Taiwan,” ujarnya.

Tujuan utama workshop AMERTA untuk melakukan pemantauan dan evaluasi terkait pelaksanaan AMERTA. Selain itu tentu saja juga akan membahas mengenai perbaikan dan inovasi-inovasi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas program tersebut. “Kualitas di sini berkaitan erat dengan bagaimana mata kuliah yang ditawarkan UNAIR bisa meningkatkan daya tarik calon-calon mahasiswa asing yang akan mengambil program AMERTA,” tuturnya.

Mata kuliah tersebut akan memberikan sesuatu yang baru dan menarik yang mungkin oleh mahasiswa asing tidak didapatkan di negara mereka. Harapannya, mereka akan mendapatkan ilmu-ilmu yang khas yang hanya bisa didapat melalui program AMERTA.

Workshop AMERTA menjadi penting karena di dalam workshop ini membahas inovasi-inovasi dan ide-ide baru. Harapannya, hal tersebut akan meningkatkan kualitas, daya tarik serta memberikan variasi-variasi dari mata kuliah-mata kuliah yang ditawarkan.

“Saya berharap program AMERTA ini akan semakin baik dan semakin menarik sehingga dengan mudah meningkatkan daya tarik mahasiswa-mahasiswa asing untuk mengambil mata kuliah di Unair melalui program tersebut,” pungkasnya. [adg/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar