Pendidikan & Kesehatan

UNAIR Terima 763 Mahasiswa Bidikmisi Jalur SNMPTN-SBMPTN

Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Airlangga menggelar Penyambutan Mahasiswa Baru Calon Penerima Bidikmisi Jalur SNMPTN dan SBMPTN tahun 2019 pada Senin (15/7/2019). Bertempat di Aula Garuda Mukti Kampus C Universitas Airlangga, ratusan mahasiswa baru calon penerima bidikmisi bersama orang tua menghadiri acara tersebut.

Dalam kesempatan itu, dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Airlangga, Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., M.T., Ak., CMA. Dihadapan orang tua dan mahasiswa baru calon penerima bidikmisi jalur SNMPTN yang berjumlah 384 mahasiswa dan jalur SBMPTN yang berjumlah 379, Prof. Nasih memberikan banyak nasehat dan pesan.

“Prestasi menjadi seorang pemimpin, menjadi orang yang menonjol butuh perjuangan yang sangat luar biasa. Keterbatasan akan mendorong kita semua untuk berjuang lebih keras lagi,” ujar Prof. Nasih.

Menurut Prof. Nasih sudah banyak kisah sukses mahasiswa penerima bidikmisi di Universitas Airlangga meskipun mahasiswa penerima bidikmisi memperoleh bantuan pendidikan sebesar Rp. 650.000 per bulan.

Ada beberapa kasus, bantuan pendidikan Rp. 650.000 yang tidak digunakan mahasiswa dengan bijak, tentu hal ini akan sangat berbahaya untuk keberlangsungan hidup mahasiswa selama kuliah.

“Dengan bantuan dana Rp. 650.000 per bulan sudah dirasa cukup untuk hidup di Surabaya, asalkan tidak neko-neko,” tukasnya.

Rektor UNAIR tersebut juga mengharapkan orang tua mahasiswa turut andil dalam memantau perkembangan pendidikan anak-anaknya, selain itu orang tua memiliki andil dalam menciptakan atmosfer keluarga yang nyaman dan stabil. Prof. Nasih pun menjanjikan penerima Bidikmisi tidak akan mendapatkan diskriminasi dan akan dididik dengan layak dan sewajarnya.

Untuk perkembangan pembelajaran, ia juga menegaskan bahwa di Unair terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan oleh penerima Bidikmisi, antara lain evaluasi pendidikan. Mahasiswa penerima Bidikmisi harus setidaknya meraih IP minimal 1 pada tahun pertama. Jika standar ini tidak dapat dipenuhi maka, Direktur Kemahasiswaan akan mencabut status kemahasiswaannya.

Pada tahun kedua, mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi pun diwajibkan menyelesaikan minimal 40 SKS dan mencapai IP sekurang-kurangnya 2. Selain itu, kemampuan bahasa inggris mahasiswa Bidikmisi juga harus meningkat dan baik.

“Mahasiswa Bidikmisi harus akan terus dievaluasi perkembangan pendidikannya selain itu kawan-kawan bidikmisi harus meningkatkan kemampuan bahasa inggris,” ujar Prof. Nasih.

Istimewanya, bidikmisi ini beasiswanya hanya 4 tahun. Bagi putra-putrinya yang bisa lulus 3,5 tahun, UNAIR menyediakan program fast track bisa lanjut S2 langsung. Kalau lebih dari 2 tahun, harus bayar, SPP dan biaya hidup selama kuliah.

“Ada waktunya tanduran ada waktunya memanen. Ada waktunya tanduran kita akan berbuah. Yang akan memanen bukan hanya kami, tapi bapak ibu juga,” pungkasnya. [adg/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar