Pendidikan & Kesehatan

Unair Sumbang Rp 7,92 Triliun untuk Perekonomian Jatim

Surabaya (beritajatim.com) –  Saat ini Perguruan Tinggi Indonesia berlomba-lomba untuk meraih predikat terbaik di kancah dunia, tidak terkecuali Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Sejalan dengan cita-cita tersebut, Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih juga menekankan pentingnya kontribusi perguruan tinggi untuk perkembangan negaranya.

Dideklarasikan kepada awak media, Unair ingin menjadi yang pertama dalam membagi kontribusi yang telah diberikan kampusnya kepada masyarakat, khususnya Surabaya dan Jawa Timur.

“Time science education, salah satu impactnya juga dari perguruan tinggi juga dinilai sebagai bagian kualitas perguruan tinggi. Nah tentu kedepannya saya tidak tahu bagaimana tapi saya berharap juga impact perguruan tinggi ini menjadi bagaian dari indikator perengkingan, atau penilaian sebuah perguruan tinggi di Indonesia mudah2 an. Ini kontribusi Unair ke sana,” ujar Prof Nasih.

Dalam satu tahun ajaran, Unair telah berkontribusi menyumbang sebanyak Rp7,92 triliun untuk perekonomian di Jawa Timur atau setara dengan 0,36 persen perekonomian di provinsi itu.

Prof Nasih menjelaskan, angka itu diperoleh dari sumbangan Rp5,34 triliun per tahun dari mahasiswa, Rp1,63 triliun kontribusi dosen dan tenaga kependidikan, serta Rp58 miliar kontribusi mahasiswa internasional yang tersebar di 42 negara di seluruh dunia.

“Dalam hal pengabdian masyarakat, Unair berkontribusi terhadap perekonomian sebesar Rp80 miliar, dalam hal penelitian sebesar Rp260 miliar, dan Rp547 miliar kontribusi perekonomian lulusan Unair dalam tiga tahun terakhir,” kata Prof Nasih.

Prof Nasih melanjutkan, dalam bidang sosial, Unair telah menyalurkan dana sebesar Rp16 miliar setiap tahun untuk kegiatan sosial. Hal itu mencakup sebanyak 2.215 program kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilakukan setiap tahun di berbagai daerah di Indonesia.

“Ada sebanyak 5.186 mahasiswa mengikuti KKN tiap tahun dan 359 desa dibina setiap tahun. Selain itu ada sebanyak 19.681 mahasiswa menerima beasiswa dalam tiga tahun terakhir, serta sebanyak 1.171 mahasiswa berwirausaha dalam dua tahun terakhir,” ujar Prof Nasih.

Dalam bidang kesehatan, Unair memiliki sebanyak tiga rumah sakit. Setiap hari, sebanyak 600 pasien ditangani oleh RS Unair, RS Gigi dan Mulut Unait, dan RS Hewan Unair.

Masih kata Rektor Unair, sebanyak 1.320 penelitian dengan subyek kesehatan telah terindeks Scopus.

“Sebanyak 72 persen dokter di RSUD Dr Soetomo, rumah sakit rujukan terbesar di Jawa Timur, adalah alumnus Unair,” ucapnya.

Kontribusi mereka di bidang kesehatan juga terlihat dari 1.800 mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Unair tersebar di seluruh Jawa Timur. Selanjutnya sebanyak 1.320 mahasiswa program pendidikan dokter gigi spesialis lulus dalam lima tahun terakhir.

“Unair adalah satu-satunya kampus di Indopnesia yang memiliki Lembaga Penyakit Tropis,” tambahnya.

Tak hanya itu, Rumah Sakit Terapung Ksatria Universitas Airlangga (RSTKA) adalah satu-satunya rumah sakit terapung yang dimiliki kampus di Indonesia dan didukung oleh pemerintah.

“Sejak pertama kali beroperasi pada tanggal 25 Oktober 2017, RSTKA sudah menjangkau lebih dari 25 pulau terpencil di Indonesia,” pungkasnya. [adg/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar