Pendidikan & Kesehatan

Unair Siap Jadi Pusat Vaksinasi Mahasiswa se Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Setelah sukses menggelar vaksinasi massal bagi civitas akademika dan keluarga, Universitas Airlangga (Unair) siap menjadi pusat vaksinasi seluruh mahasiswa se Surabaya.

Prof Muh Nasih, Rektor Unair mengatakan bahwa melihat keberhasilan 2 hari berturut-turut (24-25/7) vaksinanasi sebanyak 5.400 yang terdiri dari mahasiswa, staff tendik dan keluarga atau masyarakat umum, pihaknya siap menjadi tuan rumah untuk vaksinasi seluruh mahasiswa di Surabaya.

“Rasanya kurang pantas apabila vaksinasi ini hanya eksklusif untuk keluarga besar Unair saja. Oleh karena itu, program vaksinasi ini juga terbuka untuk mahasiswa dari universitas lain serta keluarganya, dan masyarakat umum juga,” ujar Prof. Nasih, Senin (26/7/2021).

Prof Nasih mengatakan Unair sebagai salah satu kampus yang memiliki pendidikan kedokteran siap dan mampu menyediakan sumberdaya manusia berupa tenaga medis yang mumpuni. Selain itu, Unair juga memiliki fasilitas tempat yang cukup strategis yang mampu menampung ribuan peserta vaksin.

“Kami memiliki FK yang sumberdayanya mampu dimanfaatkan sebagai tenaga medis vaksinasi, dari pada setiap kampus mengadakan vaksinasi sendiri-sendiri, kan repot seperti ITS tidak punya FK, jadi alangkah baiknya dikumpulkan jadi satu disini, disini tempatnya luas dan mampu menampung banyak orang. Kami siap saja jadi pusat vaksinasi mahasiswa kalau memang ada vaksinnya kami siap jadi operator,” tukasnya.

Tidak hanya itu, Prof. Nasih juga menekankan bahwa program ini diharapkan bisa terus berlanjut agar herd immunity bisa segera terwujud. Jika pada hari aktif bisa dilakukan program vaksinasi bagi seluruh civitas dan masyarakat umum yang mendaftar di RS Unair, maka pada akhir pekan, semoga ke depan vaksinasi bisa digelar secara masal di gedung ACC Kampus C ini.

“Jadi ini kita sama-sama menyukseskan program vaksinasi pemerintah Indonesia. Tentunya Unair akan melakukan distribusi vaksin lagi kalo kita memiliki stok lagi,” ujar Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis itu.

Iapun mengatakan sebelum tercapainya herd immunity, maka masih wajib hukumnya menegakkan protokol kesehatan dengan sangat ketat, yakni penerapan 5M dan percepatan vaksinasi.

“Sebelum herd immunity tercapai, ya pastinya percepatan vaksin terus dilakukan dan jangan lupa prokesnya 5M meski mereka yang sudah vaksin bukan berarti bisa abai 5M. Vaksin hanya salah satu upaya, upaya paling penting lainnya ya 5M,” tukasnya. [kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar