Pendidikan & Kesehatan

Unair Serius Lakukan Riset Pembuatan Penangkal Virus Corona

Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih M.Si

Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Airlangga (Unair) juga turut andil dalam upaya penanganan dan penggulangan virus corona atau Covid 19 yang merebak secara masif di Indonesia.

Terlebih lagi Unair juga turut melakukan riset dalam pembuatan penangkal virus corona ini. Melalui Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih M.Si selaku Wakil Rektor (Warek) 1 Unair mengatakan bahwa saat ini Unair dalam proses riset.

“Sudah jalan riset di Unair. Kami menyiapkan banyak skema dan topik agar penanggulangan Covid-19 ini bisa ditangani dari segala lini,” ujar Prof Nyoman kepada beritajatim.com, Jumat (27/3/2020).

Prof Nyoman menuturkan ada empat topik riset non klinikal yang dilakukan Unair, yakni Molecular Docking, Rapid Test Berbasis RNA, Pengembangan Vaksin, serta Rapid Test Berbasis Antibodi. “Empat topik riset ini saling mengisi satu sama lain, jadi memang dibutuhkan empat riset yang secara non kolonial,” katanya.

Ia mengatakan, di antara empat topik riset non klinikal tersebut, hanya pembuatan vaksin yang membutuhkan waktu lama. Sedangkan 3 topik yang lain membutuhkan waktu yang relatif singkat. “Untuk riset molecular docking hanya membutuhkan 2-3 bulan sudah bisa dapat output nya, sedangkan pembuatan rapid test RNA dan Antibodi membutuhkan 8 bulan, tergantung lama pemesanan bahan dari kit-nya,” ungkapnya.

“Yang paling lama tentu pembuatan vaksin, membutuhkan waktu setidaknya dua tahun. Karena harus melalui uji in vivo terlebih dulu yang tidak bisa dilihat hasilnya dengan cepat. Setelah jadi vaksinnya, uji invivo-nya sendiri membutuhkan waktu berbulan bulan,” tambah Prof Nyoman.

Namun terlepas dari semua perhitungan tersebut, Prof Nyoman mengatakan Unair dengan sangat serius mengerjakan riset terkait Covid-19 ini, baik secara non klinikal maupun klinikal.

“Kami serius mengerjakan ini, secara komprehensif dan seksama. Pengerjaan riset dilakukan secara simposium yang artinya dilakukan secara bersama dan menyeluruh sesuai dengan keahlian peneliti yang dimilki Unair. Kami tidak hanya bekerja di ITD, melainkan juga di semua laboratorium milik Unair,” paparnya.

Selain empat topik riset non klinikal, Unair juga melakukan 11 topik riset klinikal terkait Covid-19. “Ada 11 topik lain yang klinikal, tentunya ditangani di Rumah Sakit milik Unair, saya tidak bisa menjelaskan apa saja topiknya. Tapi yang jelas kami secara serius melakukan riset dan akan terus berupaya mendapatkan suatu stimultan spesifik menangani Covid-19,” pungkasnya. [adg/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar