Pendidikan & Kesehatan

Unair Sedang Ciptakan 2 Tipe Alat Rapid Test Covid-19

Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Airlangga (Unair) saat ini sedang serius mengerjakan berbagai riset untuk menanggulangi virus corona Covid-19. Salah satunya adalah pembuatan 2 tipe alat Rapid Test.

Menurut Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih M.Si selaku Wakil Rektor (Warek) 1, Unair akan membuat dua tipe alat Rapid Test, yakni Rapid Test berbasis RNA dan Rapid Test berbasis Antibodi.

“Iya membuat rapid test adalah salah satu topik riset kami. Ada dua tipe atau model, yakni melalui RNA dan Antibodi,” ujar Prof Nyoman kepada beritajatim.com, Sabtu (28/3/2020).

Saat ini yang dipakai sebagai alat uji cepat di Indonesia merupakan alat Rapid Test berbasis antibodi. Yakni dengan mengetahui seberapa besar antibodi dalam darah terbentuk. Rapid Test Berbasis antibodi ini bisa digunakan mendiagnosis keberadaan corona jika ada antibodi yang terbentuk saat seseorang menunjukkan gejala. Antibodi ini akan terbentuk secara otomatis jika tubuh kemasukan virus dan virus sudah dalam masa inkubasi.

“Penggunaan rapid test berbasis antibodi ini kalau positif akan jadi positif tapi kalau negatif maka tetap perlu dilakukan test PCR, atau test ulang saat memasuki masa inkubasi karena bisa saja saat itu masih belum dalam masa inkubasi. Jadi kerjanya dua kali untuk memastikan apakah kita benar benar negatif. Tapi itu tidak papa, kan memang sifatnya sebagai first detector,” ungkapnya.

Namun, Unair akan membuat Rapid Test yang akurasinya lebih tinggi yakni dengan menggunakan Rapid Test berbasis RNA. Rapid Test Berbasis RNA adalah alat deteksi cepat menggunakan bahan genetik asli Indonesia.

Prof Nyoman mengatakan bahwa Covid-19 merupakan kelompok RNA Virus yang mudah bermutasi. Oleh karenanya, Unair melihat bahwa pendeteksian akan lebih akurat jika dirujuk pada RNA.

“Covid-19 ini kan RNAVirus, terlebih virus sifatnya anti gen, jadi akan lebih akurat jika pengujiannya berbasis gen. Kita juga ingin mengetahui apakah ada mutasi virus ini dari Cina ke Indonesia. RNA itu sangat mudah bermutasi, kalau kita mengetahui ada mutasi atau tidak maka pembuatan obat dan vaksin akan jadi lebih akurat juga. Karena kita bisa menyesuaikan virusnya secara lebih spesifik,” jelas Prof Nyoman.

Saat ini pun Unair telah memiliki link atau akses untuk mendapat sample gen-gen terbaik dari GenBank Dunia yang sangat bermanfaat dalam riset virus corona Covid-19 ini.

“Kami punya akses untuk dapatkan sequence gen untuk mendeteksi virus ini di Gen Bank Dunia, sehingga kami harap. Kami bisa membuat rapid test kit yang lebih akurat dan spesifik untuk masyarakat Indonesia,” katanya.

Pembuatan Rapid Test Kit ini pun, menurut Prof Nyoman, membutuhkan waktu kurang lebih 8 bulan, tergantung berapa lama pembuatan device atau kitnya. [adg/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar