Pendidikan & Kesehatan

UNAIR Prioritaskan Bidikmisi dan Komitmen Khusus

Surabaya (beritajatim.com) – Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) telah di buka sejak tanggal 10 Juni lalu, terkait hal itu Rektor Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Prof. Mohammad Nasih menghimbau agar peserta memilih dengan seksama program studi yang diminati dan sesuai dengan kemampuan nilai UTBK yang diraih kemarin.

“Tentu kami berharap karena nilai UTBK nya sudah keluar, pilihan-pilihannya mesti disesuaikan dengan nilai yang ada. Jangan memaksakan kehendak, kalau memang nilainya nggak nutut karena percuma saja,” kata Prof Nasih saat ditemui di Unair Kampus C Surabaya, Selasa (11/6/2019).

Selain itu, Prof. Nasih pun memastikan akan memprioritaskan peserta Bidikmisi. Di UNAIR kouta Bidikmisi tahun ini mengalami peningkatan. Pada tahun ini terdapat 1050 mahasiswa baru.
Penerimaan mahasiswa baru di UNAIR pun tidak selalu menggunakan kriteria dari nilai UTBK, seperti Bidikmisi.

“Bagi pendaftar Bidikmisi kami berikan prioritas untuk masuk di UNAIR. Jadi kalau ada pendaftar Bidikmisi yang mungkin saja nilai UTBKnya agak sedikit lebih rendah dari pada yang tidak Bidikmisi tetapi masih dalam range nilai yang kami sepakati maka akan kami loloskan yang Bidikmisi. Sehingga kami dapat memberikan peluang yang lebih besar kepada mahasiswa kurang mampu,” terangnya.

Selain memprioritaskan pada peserta Bidikmisi, UNAIR pun memberikan tambahan nilai kepada peserta yang memiliki Komitmen Khusus pada pendaftaran SBMPTN 2019. Yakni pendaftar dengan komitmen menempuh “double degree” ataupun “student outbond” di luar negeri. Peserta dengan Komitmen Khusus ini nantinya akan mendapat tambahan nilai untuk diakumulasikan dan disesuaikan pada nilai UTBK yang didapat.

“Mereka yang punya komitmen ‘double degree’, ‘student outbond’ akan kami siapkan formulir komitmen. Ini berupa pernyataan jika diterima akan menjalani outbond dengan biaya mandiri ke berbagai negara kecuali Afrika,” tuturnya.

Prof. Nasih menjelaskan untuk memastikan jalannya komitmen tersebut, kemungkinan besar akan ada pertimbangan jaminan dana pendidikan yang harus disertakan. Pendaftar harus datang langsung ke Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unair bersama orang tua untuk menyatakan komitmennya.

“Bukan hanya punya komitmen tapi tidak disampaikan ke kami. Ya tidak akan kami pertimbangkan,” ucapnya.

Meski memberikan komitmen studi “double degree”, “student outbond” maupun bidikmisi, nilai UTBK akan tetap menjadi acuan Unair dalam SBMPTN kali ini. Nasih menegaskan pendaftar SBMPTN dengan nilai UTBK rendah akan sulit diterima.

Sementara itu program double degree di Unair baru dibuka di lima prodi yaitu Akuntansi, Psikologi, Manajemen, Ekonomi Islam dan Fakultas Kedokteran Gigi. Sedangkan program student outbond dilakukan di tiap semester dengan kerja sama berbagai universitas di berbagai negara. [adg/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar