Pendidikan & Kesehatan

Unair Jadi Tuan Rumah WAEJUC Research Training 2019

Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Airlangga (Unair) menjadi host dalam Western Australia and East Java Universities Consortium (WAEJUC) Research Training. Acara pembukaan tersebut bertempat di Aula Kahuripan 301 Kantor Manajemen lantai tiga Kampus C.

WAEJUC akan diselenggarakan selama lima hari, yakini 18-22 Maret 2019. Dalam kesempatan itu, dihadiri langsung oleh Wakil Rektor II Unair Dr. Muhammad Madyan, SE., M.Si., M.Fin., Direktur Eksekutif Airlangga Global Engagement (AGE) Unair Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, Dra., M.Si., Ketua International Affairs Province of East Java dan pihak fasilitator dari Universitas di Western Australian.

Prof. Nyoman menyampaikan bahwa WAEJUC adalah singkatan dari Western Australia and East Java Universities Consortium. “Jadi ini adalah consortium antara lima perguruan tinggi di Australia Barat dan sepuluh Perguruan Tinggi di Jawa Timur. Ini merupakan kerjasama antara Provinsi Jawa Timur dengan Pemerintah Australia Barat,” ujar Prof. Nyoman.

Sepuluh Perguruan Tinggi di Jawa Timur mendukung kolaborasi ini dalam mengikuti tiga kegiatan utama sebagai bagian dari pendidikan tinggi yaitu kegiatan kerjasama di bidang akademik, kegiatan kerjasama di bidang research, dan kegiatan pertukaran (mobility) atau pertukaran mahasiswa Indonesia.

Untuk kegiatan ketiga, panitia menunjuk co-chair. Untuk Unair co-chair di bidang riset, ITS di bidang mobility, dan Australia Barat di bidang akademik. Kegiatan ini dilaksanakan karena sangat penting untuk pengembangan SDM. Pasalnya, kalau SDM berkualitas, baik itu dalam perguruan tinggi maka Provinsi Jawa Timur ini akan berkembang semakin pesat.

Training diadakan untuk pengembangan Human Resources di Perguruan Tinggi dan yang didukung oleh pembiayaan Western Australia. Diikuti oleh sepuluh Perguruan Tinggi di Jawa Timur, dan Australia sebagai fasilitatornya. Masing-masing diwakili oleh tiga dosen untuk mengikuti pendidikan PhD di Australia Barat.

Semua dosen bisa mengikutinya, khususnya dari sepuluh Perguruan Tinggi di Jawa Timur. Sudah punya proposal dan sudah memiliki calon Profesor di sana. Tidak semua sepuluh Perguruan Tinggi ini dapat mengikuti program ini.

Acara yang juga dihadiri oleh perwakilan sepuluh Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) se-Jawa Timur itu dibuka langsung oleh Wakil Rektor II UNAIR Dr. Muhammad Madyan, SE., M.Si., M.Fin. Dalam paparannya Dr. Madyan mengatakan UNAIR berharap untuk menunjukkan suport MOU antara Western Australia dan Universitas yang ada di Provinsi Jawa timur.

“Unair menargetkan memasuki Universitas terbaik dunia dan menerima true people excellent. Yang artinya SDM Unair harus memiliki kompetensi superior,” ujar Dr. Madyan.

Unair berfokus untuk menambah human capital readiness dan menambah edukasi dari professor, staff dan doctor lecturer. “Kami berharap dari program Research Training ini dapat mengejar gelar doktor di luar negeri,” ujarnya.

“Dan kami memiliki lima puluh beasiswa per tahun. Unair sudah siap terutama persiapan untuk sumber daya manusianya. Untuk tujuan merperkuat akademik dan kolaborasi penelitian, dan memperluas networking kami dan publikasi,” katanya menambahkan. [adg/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar