Pendidikan & Kesehatan

UMS Luncurkan 8 Paket Kebijakan, dari Kuota Internet Gratis Sampai Beasiswa

Surabaya (beritajatim.com) – Pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) berdampak luas, tak terkecuali bagi kegiatan perkuliahan dan aktivitas kampus, khususnya bagi Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS). Menyikapi persoalan tersebut, UMS mengeluarkan 8 paket kebijakan.

Rektor UMS, Sukadiono menjelaskan bahwa 8 paket kebijakan tersebut merupakan upaya responsif UMS di tengah kondisi pandemi. UMS berusaha agar tetap optimal dalam menjalankan aktivitas akademik, selain itu juga berusaha berkontribusi pada masyarakat.

Adapun 8 Paket kebijakan itu dituangkan dalam bentuk: (1).Donasi dari Dana Formulir Mahasiswa Baru untuk Menangani Covid-19; (2). Beasiswa untuk warga terdampak Covid-19 bagi Calon Mahasiwa baru; (3). Subsidi kuota internet bagi seluruh mahasiswa (kecuali pascasarjana dan kelas P2K) dan bantuan tunai untuk mahasiswa aktif terdampak Covid-19. (4). Pemberian nilai setara dengan kuliah bagi mahasiswa yang menjadi relawan; (5). Pemantauan dan pengawasan bagi mahasiswa yang masih berada di Surabaya.

Selanjutnya, (6) Mensterilkan dan mengontrol secara ketat segala aktivitas dalam kampus; (7). Tugas Akhir/Skripsi/Tesis dapat diganti dengan pilihan sebagai berikut: Publikasi internasional/jurnal nasional terakreditasi; Laporan kasus praktik/proyek; Review article atau artikel hasil penelitian; Semua bentuk alternatif tugas akhir yang tetap dapat diujikan secara online; dan (8). Mengganti sistem perkuliahan berbasis online dan memberlakukan aktivitas Kerja Dari Rumah (KDR).

Suko, sapaan akrab Rektor UMS menambahkan bahwa 8 paket kebijakan tersebut diluncurkan sebagai respon sivitas terhadap perkembangan Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan. “Delapan paket kebijakan tersebut sebagai bentuk perhatian kami terhadap sivitas agar melakukan aktifitas perkuliahan dan kerja dari rumah berbasis daring,” ujarnya.

Selain itu, kampus juga mengestimasikan anggaran yang cukup besar untuk kuota internet, bantuan tunai bagi mahasiswa aktif terdampak, dana formulir pendaftaran untuk masyarakat terdampak dan untuk masyarakat luas. “Kami sediakan beasiswa bagi yang ingin berkuliah di kampus, terutama keluarga terdampak di zona merah. Untuk mereka, akan ada potongan biaya uang gedung sebesar 25 persen tetapi tidak semua prodi tentunya,” sambungnya.

Kepala Lembaga Informasi dan Penerimaan Mahasiswa Baru (LIPMB) UMS, Radius Setiyawan menjelaskan adanya kenaikan kuota beasiswa UMS. Dijelaskannya, dalam kondisi pandemi seperti ini pihaknya menaikkan kuota beasiswa 30 persen untuk masyarakat luas.

Harapannya memberi peluang masyarakat untuk bisa mengakses pendidikan di tengah kondisi ekonomi yang tidak menggembirakan. Kebijakan di atas akan diberlakukan selama gelombang 2 yang berakhir di bulan Juni.

Radius menambahkan bahwa aktivitas pendaftaran dan mengakses beasiswa bisa dilakukan secara online di rumah. Pendaftar bisa juga berkonsultasi melalui akun official, baik Whats-up maupun medsos UMS. “Sebisa mungkin kita dapat memudahkan masyarakat dalam akses pendaftaran dan beasiswa di UMS. Semoga usaha kami bisa membantu masyarakat,” pungkasnya. [adg/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar