Pendidikan & Kesehatan

UMM Bakal Punya Kawasan Hutan sebagai Agropark

Peninjauan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK).

Malang (beritajatim.com) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima mandat sebagai pengelola Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) beberapa bulan lalu. UMM pun kini melakukan survei penentuan lokasi pembangunan sarana dan prasarana.

Rektor UMM Fauzan, mengatakan keleluasaan sebagai pengelola kawasan hutan akan menjadi energi baru bagi kampusnya dalam pendampingan pada masyarakat. Selain itu, hutan KHDTK juga akan menjadi laboratorium lapangan yang bisa dimanfaatkan oleh seluruh elemen civitas akademika Kampus Putih UMM.

“Saya rasa menjadikan tempat ini sebagai kawasan Agropark sangat cocok. Selain untuk kawasan pertanian-peternakan terpadu yang sekaligus sebagai pusat laboratorium FPP, bisa juga digunakan oleh jurusan lain. Umpamanya saat kita ingin mengembangkan pusat tanaman herbal,” kata Fauzan, Kamis (24/10/2019).

Survei lokasi melibatkan Biro Perlengkapan, Biro Perencanaan dan beberapa tim yang berasal dari Program Studi (Prodi) Kehutanan hingga Ketua Tim Teknis PLTMH UMM. Setelah survei ini, UMM baru menentukan lokasi yang akan dibangun.

“Berada pada kawasan hutan produksi dan hutan lindung Perum Perhutani petak 43A, 44I, 44K-1, 44K-2, 44L dan BE BKPH Pujon KPH Malang dengan luas total 75.09 hektare. Sesuai dengan fungsi hutan lindung untuk melindungi kawasan, tanaman yang ada di lahannya meliputi suren, eukaliptus, mahoni, hingga tanaman buah,” tandasnya.

Pada hutan produksi UMM terdapat pohon damar dan pinus, dengan luas hutan produksi 20 hektare, selebihnya hutan lindung. Adapun yang mendapat tugas untuk membantu mengelola hutan hingga saat ini ialah Prodi Kehutanan salah satunya sebagai tempat praktik umum seperti manajemen hutan, penentuan fungsi hingga hidrologi. [luc/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar