Pendidikan & Kesehatan

Ujian Nasional Ditiadakan, Ini Aspek Penentu Kelulusan

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto, Amin Wachid.

Mojokerto (beritajatim.com) – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menerbitkan Surat Edaran (SE) Mendikbud Nomor 1 Tahun 2021 tentang Peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan serta Pelaksanaan Ujian Sekolah dalam masa Darurat Penyebaran Covid-19.

Hal tersebut dilakukan lantaran angka penyebaran Covid-19 yang semakin meningkat sehingga perlu dilakukan langkah responsif. Langkah itu mengutamakan keselamatan dan kesehatan lahir – batin peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto, Amin Wachid mengatakan, ada kriteria ataupun ketentuan kelulusan yang tertuang dalam SE Mendikbud Nomor 1 Tahun 2021. “Di SE tersebut, ada ketentuannya,” ungkapnya, Jumat (5/4/2021).

Ada delapan poin utama yang beberapa di antaranya berisi tentang penentu kelulusan siswa di tahun 2021. Dalam poin ketiga SE Mendikbud, disebutkan tiga aspek yang menentukan apakah siswa dinyatakan lulusan dari satuan atau program pendidikan.

“Yakni, menyelesaikan program pembelajaran di masa pandemi Covid-19 yang dibuktikan dengan rapor tiap semester, memperoleh nilai sikap atau perilaku minimal baik dan mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan,” jelasnya.

Masih kata Amin, dengan peniadaan ini, maka Ujian Nasional serta ujian kesetaraan tak menjadi syarat kelulusan siswa atau seleksi masuk perguruan tinggi pada tahun ajaran 2020/2021. Kelulusan ditentukan oleh rapor serta perilaku baik dan ujian sekolah yang diubah konsepnya.

SEkolah di Mojokerto

“Pada poin keempat dijelaskan bentuk ujian yang bisa dilakukan oleh satuan pendidikan yang akan dilakukan oleh siswa, portofolio berupa evaluasi atas nilai rapor, nilai sikap atau perilaku, dan prestasi yang diperoleh sebelumnya (penghargaan, hasil perlombaan, dan sebagainya),” katanya.

Amin menambahkan, penugasan, tes secara luar jaringan (luring) atau dalam jaringan (daring) atau bentuk kegiatan penilaian yang ditetapkan oleh satuan pendidikan. Selain ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam poin 4.

“Dalam poin selanjutnya disebutkan peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) juga dapat mengikuti uji kompetensi keahlian sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Sementara, penyetaraan bagi lulusan program Paket A, program Paket B, dan program Paket C ada 5 poin,” urainya.

Yakni kelulusan bagi peserta didik pendidikan kesetaraan sesuai dengan ketentuan pada angka 3. Ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan bagi peserta didik pendidikan kesetaraan berupa ujian tingkat satuan pendidikan kesetaraan diakui sebagai penyetaraan lulusan.

“Ujian tingkat satuan pendidikan kesetaraan dilakukan dalam bentuk ujian sebagaimana dimaksud pada angka 4. Peserta ujian tingkat satuan pada pendidikan kesetaraan adalah peserta didik yang terdaftar di daftar nominasi peserta ujian pendidikan kesetaraan pada data pokok pendidikan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah,” tambahnya.

Serta, tambah Amin, hasil ujian tingkat satuan pendidikan kesetaraan harus dimasukkan dalam data pokok pendidikan. Sementara itu, untuk Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi sekolah dasar tingkat Paud, SD dan SMP rencananya akan diberlakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto pada bulan Maret mendatang. [tin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar