Pendidikan & Kesehatan

Uji Coba PTM di Sumenep, Sekolah Berdekatan Tak Boleh Masuk Bersamaan

Sumenep (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep mengingatkan seluruh sekolah yang menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan sistem pertemuan tatap muka (PTM) untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Disiplin prokes harus diperketat saat melakukan PTM. Jangan sampai ada sekolah yang coba-coba mengabaikan prokes. Pasti akan kami sanksi,” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Moh. Iksan, Selasa (26/01/2021).

Hari ini merupakan hari pertama uji coba PTM bagi seluruh sekokah, setelah sebelumnya menggelar KBM dengan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). Keputusan kembali memberlakukan sistem PTM tersebut menyusul perubahan zona penyebaran Covid-19. Sumenep saat ini berada dalam zona hijau dan kuning.

“PTM ini merupakan uji coba. Setiap jam pelajaran durasinya 30 menit. Tapi meskipun 10 menit, tapi semua materinya harus tetap tercover. Nanti uji coba PTM ini akan dievaluasi setiap bulan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama masa uji coba PTM ini, ada beberapa aturan yang harus dipatuhi sekolah. Salah satunya, jumlah siswa per kelas tidak boleh lebih dari 17 orang. Hal itu diberlakukan agar bisa menjaga jarak saat KBM berlangsung. Selain itu, untuk sekolah-sekolah yang letaknya berdekatan, jam masuk sekolah diminta untuk tidak bersamaan.

“Contohnya kalau di Sumenep ini yang letaknya berdekatan itu SMP 1 dan SMP 2. Nah ini harus diatur jam masuknya. Tidak boleh bersamaan. Misalnya SMP 1 masuk jam 6.30, maka SMP 2 jam 07.00. Ini demi menghindari kerumunan dan mencegah penyebaran Covid-19,” ucapnya. (tem/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar