Pendidikan & Kesehatan

Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Tingkat SMP di Ponorogo Tunggu Disposisi Bupati

Kepala Dindik Ponorogo Endah Retno Wulandari(foto/dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Tims satgat penanggulangan Covid-19 Ponorogo masih menunggu izin dari bupati terkait dengan uji coba pembelajaran tatap muka untuk siswa-siswi SMP dan SD. Jika surat izin itu sudah turun, tim satgas akan menindaklanjuti dengan mengkomunikasikan dengan pihak Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo.

“Jika Bapak bupati sudah mengijinkan akan ditindak lanjuti, artinya harus ada filter-filter sehingga penyebaran Covid-19 dari kluster sekolah tidak terjadi,” kata Ketua Tim satgas penanggulangan Covid-19 Ponorogo Agus Pramono,Senin (21/9/2020).

Dengan begitu, tim satgas akan merumuskan peraturan supaya disiapkan bagi sekolah SMP/SD yang ingin menyelenggarakan uji coba tatap muka ini. Sehingga bagi sekolah yang sudah memenuhi standar protokol kesehatan Covid-19 akan bisa menjalankan uji coba tersebut. Skema aturannya, kata Agus hampir sama dengan uji coba untuk SMA/SMK. Banyaknya siswa yang mengikuti pembelanjaan tatap muka tetap menyesuaikan zona daerahnya tersebut. Jika Ponorogo saat ini zona orange, ya dengan 25 persen dari semua jumlah siswa.

“Kami sudah mewanti-wanti tim dari Dindik, jika uji coba dijalankan untuk fokus memantau kegiatan pembelajaran tatap muka tersebut. Jangan sampai ada lonjakan kasus dari masuknya siswa ke sekolah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dindik Ponorogo Endah Retno Wulandari menyebut jika pembelajaran tatap muka untuk SMP masih menunggu disposisi dari Bapak Bupati. Retno mengaku jika secara lisan, bupati sudah mengizinkan. Namun, sekali lagi Dia menegaskan jika disposisi itu belum di tangannya. “Ini masih menunggu disposisi, kalau secara lisan Bapak Bupati sudah mengizinkan uji coba tatap muka itu,” ungkap Retno.

Mantan kepala Dispendukcapil Ponorogo itu mengungkapkan jika nanti izin sudah diperoleh. Sekolah yang akan melakukan uji coba pembelajaran tatap nanti, mungkin sebanyak tiga atau lima SMP saja. Sementara untuk tingkat SD belum akan dilakukan pembelajaran tatap muka. Retno beralasan jika penularan Covid-19 yang paling diwaspadai adalah kerumunan. Dan anak-anak usia SD ini, diasumsikan susah untuk tidak berkerumun. Maka dari itu, uji coba pembelajaran tatap muka untuk SD yang terakhir.

“Uji coba pembelajaran tatap muka ini selain sudah mendapatkan izin dari Pemerintah, juga harus mendapatkan izin dari orang tua. Untuk SD saat ini belum kami lakukan uji coba,” pungkasnya. (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar