Pendidikan & Kesehatan

Ubaya Genjot Pendidikan Karakter Mahasiswa di Masa Pandemi

Surabaya (beritajatim.com) – Komitmen Universitas Surabaya (Ubaya) terhadap kualitas mutu pendidikan diakui secara global oleh lembaga pemeringkatan QS Asia University Rankings 2021 yang menjadikan Ubaya sebagai The Best Private University in East Java.

Menghadapi era double disruption yaitu era revolusi Industri 4.0 dan pandemi Covid-19, Ubaya berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan kualitas mutu pendidikan serta menghasilkan lulusan yang berkualitas, berkarakter dan berintegritas agar tetap relevan dengan kebutuhan dunia saat ini.

Prestasi yang dicapai tersebut merupakan pengakuan pihak luar terkait reputasi serta kualitas pendidikan Ubaya sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik di Jawa Timur. Terdapat beberapa indikator penilaian pemeringkatan universitas yakni international research network, faculty student ratio, international students, outbond exchange, citations per paper, inbound exchange, papers per faculty, international faculty, academic reputation, employer reputation dan faculty staff with PhD.

“Peringkat tersebut adalah bentuk konsekuensi yang diperoleh terhadap apa yang sudah kami kerjakan yang selalu mengutamakan kualitas. Dalam menghadapi situasi apa pun, Ubaya terus memegang komitmennya untuk meningkatkan kualitas, pendidikan karakter dan integritas. Tiga hal ini yang kami tanamkan kepada civitas academica dan terus diupayakan,” ucap Rektor Ubaya, Benny Lianto saat diwawancara, Rabu (28/7/2021).

Proses pembelajaran secara daring akibat pandemi Covid-19 menjadi tantangan bagi perguruan tinggi untuk tidak sekadar membuat mahasiswa menjadi lulusan yang pandai dari segi intelektual, namun juga berkarakter baik. Ubaya sebagai The Best Private University in East Java menurut QS Asia University Rankings 2021, menekankan pentingnya membangun pendidikan karakter mahasiswa di perguruan tinggi.

Benny Lianto mengatakan saat ini Ubaya tengah serius menggarap persoalan pendidikan karakter. Sesuai dengan semangat dan visi kebijakan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Ubaya ingin membentuk lulusan yang tidak hanya pintar secara akademis tetapi juga siap beradaptasi dengan tantangan dunia kerja di masa depan.

“Pembentukan kepribadian dan pengenalan potensi diri itu menjadi hal yang sangat penting. Hal baru yang akan segera kita garap di semester gasal 2021/2022 adalah kurikulum pembelajaran yang pondasinya dengan pondasi pendidikan karakter. Jadi sebelum mahasiswa menerima banyak ilmu pengetahuan, mereka dibekali dengan karakter yang bagus terlebih dahulu,” terangnya.

Ubaya telah merancang kurikulum pembelajaran dengan pendidikan karakter sejak mahasiswa berada di semester satu. Pendidikan karakter tersebut diimplementasikan pada mata kuliah yang wajib diikuti seluruh mahasiswa semester satu di Ubaya yaitu mata kuliah Manusia dan Pengembangan Diri.

Disamping itu, pendidikan karakter juga melekat pada setiap mata kuliah lain yang telah dirancang dalam kurikulum pembelajaran maupun aktivitas kemahasiswaan. Melalui pendidikan karakter Ubaya ingin menghasilkan lulusan yang tidak hanya dikenal karena gelarnya saja. Tetapi juga memiliki karakter yang baik, berkemampuan holistik, berakal budi, inovatif, adaptif, beretika, dan memiliki social skill yang tinggi.

Selain itu, Ubaya juga berupaya mengembangkan teknologi pembelajaran yang memungkinkan terjadinya proses interaksi antara dosen dan mahasiswa agar tetap dapat berjalan dengan baik. Salah satu rencananya dengan penggunaan Virtual Reality (VR) dalam proses pembelajaran.

Seluruh civitas academica Ubaya selalu bekerja keras mengerjakan yang terbaik dalam meraih prestasi dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di tingkat lokal, nasional maupun global.

“Saat ini Ubaya mengikuti dua pemeringkatan kampus dari Kemendikbud Ristek yang rencana akan diumumkan pertengahan Agustus mendatang dan QS Asia University Rankings 2022 nanti. Kami berharap seleuruh civitas academica Ubaya dalam situasi apa pun, seberat apa pun, tidak boleh menyerah,” ujarnya.

“Jadi saya menghimbau kepada seluruh civitas academica Ubaya jangan berdiam diri saja. Ayo kita tetap berkarya, berinovasi, bekerja aktif serta produktif sehingga menghasilkan karya-karya untuk membantu masyarakat khususnya di masa-masa pandemi,” pungkas Benny Lianto. [adg/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar