Pendidikan & Kesehatan

Ubaya Dukung Pengembangan Potensi Desa Wisata Pemkab Mojokerto

Penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU antara Rektor Ubaya, Benny Lianto dengan Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati.

Mojokerto (beritajatim.com) – Universitas Surabaya (Ubaya) dukung pengembangan potensi desa wisata yang ada di wilayah Kabupaten Mojokerto. Dukungan tersebut merupakan salah satu kerja sama lanjutan yang telah terjalin antara Ubaya dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto sebelumnya.

Kerja sama ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU (Memorandum of Understanding) antara Rektor Ubaya dengan Bupati Mojokerto. Penandatanganan Mou disaksikan Ketua Yayasan Ubaya, Anton Prijatno di Ubaya Training Center (UTS), Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Rektor Ubaya, Benny Lianto menyampaikan, IOC (Integrated Outdoor Campus) merupakan kampus ketiga Ubaya di wilayah Kabupaten Mojokerto. IOC merupakan tempat berproses pembentukan karakter mahasiswa, pengembangan edu wisata dan ikut berperan untuk membantu sekaligus mengembangkan potensi masyarakat di sekitar kampus.

“Kami berharap dengan MoU ini tidak hanya berhenti pada penandatanganan saja, tetapi bisa langsung ditindaklanjuti dengan adanya aksi nyata yang melibatkan fakultas, dosen, peneliti atau LPPM dalam program kerja sama ini,” ungkapnya, Senin (12/4/2021).

Sementara itu, Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati menegaskan, jika kolaborasi yang terjalin antara Ubaya dan Pemkab Mojokerto sudah berlangsung lama dan berkelanjutan. Dalam program kerja sama ini, Pemkab Mojokerto berharap agar Ubaya bisa membantu dalam mendampingi dan melihat potensi desa sesuai dengan kondisi riil di masing-masing desa.

“Selain itu, dengan kerja sama ini program dana desa diharapkan dapat diimplementasikan dan dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh warga desa. Kami ingin fokus dalam tiga hal yaitu kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Jika di bidang kesehatan, kami berencana di setiap puskesmas dan rumah sakit untuk disediakan klinik dan informasi mengenai obat herbal,” katanya.

Penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU antara Rektor Ubaya, Benny Lianto dengan Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati.

Saat ini, Pemkab Mojokerto juga berfokus pada cagar budaya dan ekonomi kerakyatan dengan mendorong kegiatan BUMDES agar warga bisa mengelola dan memberdayakan desa secara mandiri. Oleh sebab itu, Pemkab Mojokerto membutuhkan bantuan peneliti maupun dosen Ubaya untuk membantu potret desa dan pendampingan.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Ubaya, Prof Suyanto, S.E., M.Ec.Dev., Ph.D mengatakan, perpanjangan MoU antara Ubaya dan Pemkab Mojokerto merupakan keberlanjutan program kerjasama produktif yang saling menguntungkan terkait Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Penandatanganan MoU ini menjadi bukti konkrit adanya sinergi antara Pemkab Mojokerto dengan civitas academica Ubaya dalam pengembangan sumber daya dan potensi daerah serta pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi dan pengabdian masyarakat.

“Prioritas kerjasama yang akan dijalankan ke depan mencakup tiga program unggulan, yaitu pengembangan desa wisata, edukasi herbal dan obat kepada masyarakat. Ditambah lagi dengan membantu peningkatan produktivitas ASN di wilayah Kabupaten Mojokerto,” jelasnya.

Program kerja sama Ubaya dan Pemkab Mojokerto sebenarnya telah terjalin sejak tahun 2009. Adanya kerja sama tersebut merupakan wujud nyata Ubaya dalam ikut membangun dan memajukan SDM serta potensi daerah di wilayah Jawa Timur. Ubaya sebagai lembaga pendidikan tinggi memiliki peran penting untuk melakukan pendampingan kepada warga terutama dalam pengembangan hingga penguatan potensi desa wisata di Kabupaten Mojokerto.

Sementara itu, Pemkab Mojokerto bersifat terbuka dan memfasilitasi berbagai kegiatan seperti penelitian, skripsi, tesis maupun pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen maupun mahasiswa Ubaya di wilayah Kabupaten Mojokerto. Ruang lingkup kerja sama cukup luas, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup hingga pemberdayaan masyarakat.

“Nantinya, pelaksanaan program kerja sama dan kolaborasi akan melibatkan berbagai pihak yaitu fakultas, lembaga, pusat studi maupun unit di lingkungan Ubaya. Semoga dengan perpanjangan kerjasama ini, semakin banyak kiprah Ubaya dalam berkontribusi mendukung pengembangan masyarakat khususnya di Mojokerto dan Jawa Timur,” pungkasnya. [tin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar