Pendidikan & Kesehatan

Ubaya Buka ‘Edu Eco Agrowisata’ di Trawas Mojokerto

Surabaya (beritajatim.com) – Siapa bilang kampus melulu di lingkungan perkotaan yang penuh dengan blok dan gedung. Universitas Surabaya (Ubaya) punya kampus integrasi yang bernuansa alam di kawasan Trawas Mojokerto.

Kampus ini disebut Integrated Outdoor Campus (IOC) yang biasanya digunakan untuk pelatihan dan kegiatan praktik yang berhubungan dengan alam. Baik praktik studi Bioteknologi hingga kegiatan pelestarian budaya dan cagar alam.

Kali ini dikawasan IOC yang seluas 52 Hektar tersebut diresmikan program Edu Eco Agrowisata de-Farm, yakni kawasan pelatihan dan edukasi serta konservasi alam yang memiliki fasilitas menarik layaknya hotel di puncak.

Edu Eco Agrowisata de-Farm IOC dengan tahapan desain ulang sesuai adaptasi kebiasaan baru telah siap dibuka bagi civitas akademika Ubaya maupun umum. Soft launching ini ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Panglima Kodam (Pangdam) V Brawijaya, Mayjen TNI Widodo Iryansyah, S.Sos., M.M. bersama Direktur IOC Ubaya Traning Center (UTC), Prof. Joniarto Parung.

Prof. Joniarto Parung selaku Direktur IOC UTC sekaligus Ketua Edu Eco Agrowisata mengatakan bahwa umumnya masyarakat belum banyak mengetahui Edu Eco Agrowisata IOC Ubaya. Sebelumnya pengunjung yang datang hanya berasal dari warga Ubaya atau rekanan perguruan tinggi dan sekolah saja.

“Edu Eco Agrowisata merupakan lokasi pelatihan karakter, konservasi alam dan pertanian/peternakan. Hadirnya Panglima dan keluarga besar Kodam V Brawijaya merupakan contoh dan perwakilan masyarakat untuk menikmati lokasi Edu Eco Agrowisata. Selain itu, mereka termasuk anggota TNI yang peduli dalam menjaga ekologi dan lingkungan. Hal ini sejalan dengan kegiatan konservasi alam yang kami lakukan di program Edu Eco Agrowisata,” ujar Prof. Joniarto Parung, Sabtu (10/10/2020).

Pria yang kerab disapa Joni ini menyampaikan bahwa memasuki era adaptasi kebiasaan baru, kampus III Ubaya telah mempersiapkan destinasi-destinasi wisata bagi kedatangan pengunjung tanpa mengabaikan protokol kesehatan. Program Edu Eco Agrowisata de-Farm IOC Ubaya dibuka mulai Sabtu, 17 Oktober 2020. Tidak hanya dinikmati oleh mahasiswa, alumni, atau karyawan Ubaya, tetapi juga terbuka untuk umum setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 09.00 – 17.00 WIB.

“Sebelumnya pengunjung mayoritas dalam kelompok atau rombongan dan didampingi oleh dosen/staf sebagai trainer. Sekarang disetiap destinasi telah diberikan papan informasi sehingga pengunjung dapat menikmati pemandangan alam dan belajar secara mandiri. Pengunjung juga dapat berkeliling menikmati keanekaragaman tanaman yang diproduksi dan disediakan di IOC seperti salak, cokelat, kelengkeng, durian, dan sebagainya,” jelasnya.

Merebaknya COVID-19 membuat aktivitas Edu Eco Agrowisata sempat berhenti pada pertengahan Maret 2020 sampai akhir Juni 2020. Melihat hal tersebut, Prof. Joni beserta pihaknya merasa perlu melakukan adaptasi agar bisa menerima pengunjung serta mendapat penghasilan kembali dari kegiatan Edu Eco Agrowisata. Adaptasi yang dilakukan oleh tim Ubaya adalah mendesain ulang lokasi wisata sesuai dengan kebiasaan baru (new normal).

Tahapan desain ulang program Edu Eco Agrowisata yang dilakukan oleh tim Ubaya memanfaatkan dana hibah Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) dari Kementerian Riset/Badan Riset dan Inovasi Nasional. Ada empat tahapan desain ulang yaitu discover, define, develop, dan deliver.

Tahapan pertama discover, dengan mencari alternatif model penawaran paket secara tepat yang memugkinkan pengunjung tidak saling berinteraksi mengingat pemberlakukan protokol kesehatan. Kedua define, menganalisis setiap alternatif secara detail dengan mengkaitkan kondisi nyata yang dimiliki oleh Edu Eco Agrowisata de-Farm IOC Ubaya.

Dengan memanfaatkan lahan yang belum termanfaatkan secara optimal untuk ditanami sayuran organik serta membuka lokasi Edu Eco Agrowisata untuk kunjungan perorangan atau keluarga tanpa pelatihan, merupakan dua alternatif yang paling memungkinkan untuk dijalankan.

Tahap ketiga develop, menciptakan pengembangan program hingga melakukan simulasi dan evaluasi seperti pada tanaman sayur organik. Pada tahap ini pula dikembangkan sistem penyampaian informasi yang efektif kepada calon pengunjung, yang diawali dengan penetapan target pasar utama.

Pada tahap ini pula disiapkan fasilitas yang dapat mendukung kebahagiaan pengunjung diantaranya penyediaan tempat foto selfie. Keempat deliver, membuat time schedule untuk mengeksekusi kedua alternatif yang feasible.

Harga tiket masuk per orang hanya Rp 15 ribu untuk menikmati belajar sambil berwisata alam di Edu Eco Agrowisata de-Farm IOC Ubaya. Di De Farm Edu Eco Agrowisata ini tidak hanya terdapat berbagai jenis peternakan dan pertanian, tetapi juga terdapat museum dan situs konservasi tentang peninggalan budaya di kawasan Gunung Penanggungan.

“Saya berharap dengan soft launching ini masyarakat yang jenuh karena terlalu lama di rumah bisa mengajak keluarga untuk belajar sambil berwisata alam di Edu Eco Agrowisata de-Farm IOC Ubaya. Kami tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan bagi pengunjung,” tutup Prof. Joni. [adg/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar