Pendidikan & Kesehatan

Ubaya Beri Pelatian Bikin Minuman Herbal ke Warga Rungkut

Surabaya (beritajatim.com) – Berkontribusi nyata di tengah pandemi Covid-19,  Universitas Surabaya (Ubaya) beri pelatihan pembuatan minuman fungsional dari herbal Indonesia kepada warga Rungkut Lor Surabaya.

Aktivitas ini merupakan rangkaian kegiatan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) Ubaya For Indonesia Tematik Covid-19 berjudul “Pembuatan Minuman Fungsional dari Herbal Indonesia Untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh dan Mencegah Penularan Covid-19”.

Pelatihan pembuatan minuman fungsional herbal ke warga sekitar kampus diselenggarakan secara offline dengan melaksanakan protokol kesehatan di rumah warga RT 04, Rungkut Lor III, RW 06, Kecamatan Rungkut, Surabaya, Sabtu (3/10/2020).

Pelatihan pembuatan minuman fungsional dari herbal Indonesia merupakan wujud kepedulian Ubaya kepada warga sekitar kampus dalam menjaga serta meningkatkan imunitas tubuh saat pandemi Covid-19. Gerakan aksi nyata cegah Covid-19 ini digawangi oleh tim PPM yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Ubaya. Tim PPM Ubaya yang terlibat dalam kegiatan yaitu Alfian Hendra Krisnawan, S.Farm., M.Farm., Apt., Fawandi Fuad Alkindi, S.Farm., M.Farm., Apt., Darmawan Muttaqin, S.Psi., M.A., Eko Setyo Wahyudi, S.Farm., dan tujuh orang mahasiswa Program Studi Farmasi Ubaya.

Alfian Hendra Krisnawan selaku Ketua Tim Pengusul PPM Ubaya menyampaikan jika pemilihan RW 06 Rungkut Lor III merupakan salah satu lokasi yang termasuk dalam wilayah zona merah penyebaran Covid-19 di Surabaya. Selain itu, faktor penyebaran Covid-19 di daerah Rungkut berpotensi cukup besar karena tergolong wilayah dengan pemukiman padat penduduk.

“Untuk mecegah terjadinya penularan, masyarakat dirasa perlu mengkonsumsi suplemen yang dapat meningkatkan imunitas tubuh mereka. Namun selama pandemi, sering kali terjadi kelangkaan stok karena tingginya permintaan suplemen di apotek. Sebetulnya kelangkaan itu bisa diatasi dengan mengonsumsi olahan herbal yang lebih mudah didapat,” ucap Alfian Hendra Krisnawan.

Alfian, sapaan akrab Dosen Program Studi Farmasi Ubaya ini menjelaskan jika bahan herbal seperti jahe, kencur, temulawak, kunyit, kayu manis, jinten hitam, serai, kapulaga, cengkeh, dan kelor bisa didapatkan dengan mudah di pasar tradisional seperti Pasar Soponyono yang dekat dengan Rungkut. Menurutnya, olahan minuman dari bahan herbal bisa menjadi alternatif pengganti suplemen bagi warga Rungkut. Pelatihan ini juga disertai pemaparan terkait kegunaan, pengolahan dan khasiat dari bahan herbal yang digunakan.

“Dengan adanya pemberian informasi mengenai herbal, pemberian produk dan cara pengolahan menjadi minuman fungsional yang siap dikonsumsi maka hal ini dapat membantu warga Rungkut Lor untuk mencegah atau menekan penyebaran Covid-19 di daerahnya. Ada lima macam bahan utama herbal yang kami gunakan yaitu jahe, kunyit, temulawak, kunir asem, dan kunci soro. Masing – masing dibuat menjadi dua jenis minuman yaitu minuman segar dan minuman instan (bubuk),” ungkap Alfian.

Peserta pelatihan diikuti oleh ibu-ibu PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) dari warga RW 06 Rungkut Lor III. Masing-masing RT mengirimkan lima perwakilan untuk mengikuti pelatihan sehingga total peserta yang hadir hanya dibatasi 20 orang. Selama kegiatan berlangsung warga tetap mengikuti protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak.

Setelah pelatihan pembuatan olahan minuman fungsional herbal, warga mendapatkan buku saku mengenai manfaat minuman fungsional herbal dan cara pembuatannya sehingga dapat dipraktikkan kembali ketika di rumah. Setiap RT akan mendapatkan 20 buku saku agar bisa dibagikan kepada warga. Kegiatan pelatihan dan proses pembuatan olahan minuman fungsional herbal bersama warga akan dibuat menjadi video dan diunggah ke Youtube.

“Kami berharap kegiatan ini dapat bermanfaat untuk menambah wawasan, meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah penularan COVID-19. Semoga warga Rungkut Lor terus menjaga kesehatannya dengan mengonsumsi olahan minuman fungsional herbal yang bisa dibuat sendiri di rumah,” pungkas Alfian.





Apa Reaksi Anda?

Komentar