Pendidikan & Kesehatan

UB Malang Beri Solusi Kuota Internet Habis untuk Mahasiswa

Penyemprotan desinfektan oleh Universitas Brawijaya, Malang. (Dok Humas UB)

Malang(beritajatim.com) – Universitas Brawijaya (UB) melakukan sistem pembelajaran daring atau secara online untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. Pembelajaran daring diimplikasikan melalui kuliah online, ujian tengah semester, ujian akhir semester bahkan tahapan ujian tesis dan disertasi.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof.Dr. Aulanni’am mengatakan bahwa sistem pembelajaran daring atau online sudah dilakukan sejak lama oleh UB dalam bentuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau teleconference. Sehingga ketika ada kebijakan pemerintah untuk memberlakukan kuliah daring pada saat merebaknya Covid-19, UB sudah mempunyai kesiapan baik segi fisik maupun SDM nya.

“SIstem pembelajaran secara daring sangat efektif dilakukan pada saat merebaknya Covid-19 seperti saat ini. Dalam kondisi seperti saat ini. Pembelajaran daring sangat efektif dilakukan karena kegiatan akademik mahasiswa dan dosen berjalan lancar dan sudah di fasilitasi tanpa harus berada di kampus,” kata Aulanni’am, Rabu, (8/4/2020).

Untuk menunjang sistem pembelajaran daring, UB sudah mempunyai VLN dan fasilitas e-learning lain, seperti Google classroom, webex, Google meet, dan zoom. Program zoom saat ini dianggap efektif untuk diterapkan pada proses tahapan ujian disertasi dan tesis pada saat merebaknya Covid-19 seperti saat ini.

Namun, meskipun berjalan lancar, Aul mengatakan masih ada beberapa mahasiswa yang komplain karena pembelajaran dengan sistem daring menghabiskan kuota internet terutama yang menggunakan video. Untuk mengantisipasi hal tersebut, UB sudah bekerja sama dengan operator Telkomsel dan Indosat Oreedo menyediakan kuota 30 giga bagi mahasiswa yang melaksanakan kuliah daring.

Dosen Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Moh. Erfan Arif mengatakan, kuliah daring sangat efektif diterapkan dalam kondisi seperti saat ini bahkan dalam waktu dua minggu penerapan sistem pembelajaran ini, tingkat kehadiran mahasiswa lebih besar karena mendorong mahasiswa yang kurang aktif pada perkuliahan offline menjadi lebih aktif.

“Pembelajaran secara daring ini tetap efektif karena proses komunikasi antara dosen dengan mahasiswa atau antar mahasiswa dapat berjalan dengan baik. Pada sistem pembelajaran ini setiap peserta dapat melakukan presentasi, memaparkan materi power point, dan diskusi sebagaimana perkuliahan offline,” ujar Erfan.

Dia menyebut sistem pembelajaran daring bisa dipakai untuk jenis perkuliahan biasa maupun ujian tugas akhir. Sehingga memungkinkan komunikasi 2 arah baik mahasiswa dengan dosen maupun antar mahaasiswa. Sistem pembelajaran daring merupakan salah satu implementasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dilakukan di perguruan tinggi.

Pembelajaran secara daring ini menggunakan berbagai aplikasi yang dapat dipakai. Dosen diberi kebebasan dalam memilih aplikasi. Dosen bertindak sebagai host dalam pembelajaran tersebut sehingga harus memiliki akun dan ID. Dosen dapat mensetting perkuliahan yang akan diselenggarakan sesuai jadwal.

“Pembelajaran dengan sistem daring mempunyai beberapa kelemahan antara lain sinyal yang tidak stabil, gangguan listrik mati, boros kuota internet, batasan penggunaan pada aplikasi tertentu menyebabkan perkuliahan terputus dan harus memulai kelas baru, selain itu, tugas yang dikumpulkan mahasiswa rawan copy-paste dan mahasiswa dapat meninggalkan proses pembelajaran tanpa diketahui padahal akunnya aktif mengikuti perkuliahan,” tandasnya. (luc/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar