Pendidikan & Kesehatan

UB Ajak Pengerajin Tempe Olah Limbah Jadi Biogas dan Pakan Ternak

Warga Sanan Kota Malang diajak mengolah limbah jadi biogas dan pakan ternak.

Malang (beritajatim.com) – Universitas Brawijaya Malang mengajak peternak sapi di Kawasan Sentra Kripik Sanan, Kota Malang untuk mengolah limbah menjadi biogas. Dr. Atiek Iriany (FMIPA) dan pakar ternak potong Fakultas Peternakan (Fapet) UB, Dr. Kuswati diterjunkan ke lapangan untuk memberikan bimbingan pada peternak.

Wakil Rektor Bidang Kerjasama Universitas Brawijaya Prof. Sasmito Djati menyebut, sebagai sentra industri tempe terbesar di Kota Malang, hampir 90 persen masyarakat Sanan berprofesi sebagai pengusaha tempe, mulai dari usaha tingkat mikro hingga skala besar. Di sisi lain mereka juga memiliki ternak sapi potong yang mencapai 1.000 ekor.

Kondisi tersebut melahirkan limbah yang melimpah baik dari industri tempe maupun limbah ternak. Limbah cair dari pabrik tempe yang tidak diolah secara maksimal akan menghasilkan aroma busuk cukup kuat. Sedangkan kotoran ternak hanya menumpuk terabaikan.

“Salah satu solusi penanggulangannya ialah mengolah limbah-limbah tersebut menjadi biogas. Selain dapat digunakan untuk kebutuhan proses industri tempe, bisa juga untuk keperluan dapur rumah tangga pribadi. Sehingga dapat menekan biaya produksi pembuatan tempe,” kata Sasmito, Selasa, (17/12/2019).

Sementara itu limbah dari industri tempe berupa kulit ari kedelai dan air rebusan kedelai dapat dimanfaatkan untuk sumber tambahan pakan dan minum ternak. Menurutnya, kedelai tinggi kandungan nutrisi, meskipun berasal dari sisa air rebusan dan kulit arinya. Pemberian sisa kedelai ini bisa untuk penggemukan sapi potong.

“Kami berharap langkah ini dapat mengatasi masalah limbah di Sanan, baik limbah dari industri tempe maupun limbah kotoran ternak. Agar menambah keterampilan masyarakat sekaligus menambah income pendapatan. Di sisi lain mewujudkan kampung biogas sebagai representasi green campus oleh Universitas Brawijaya,” tandasnya. (luc/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar