Pendidikan & Kesehatan

Pakar Ilmu Komunikasi Universitas Jember

TV dan Radio Jangan Terjebak Jurnalisme Virus

Jember (beritajatim.com) – Muhammad Iqbal, pakar ilmu komunikasi Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyerukan kepada semua stasiun televisi dan radio tidak terjebak dalam jurnalisme virus.

“Televisi pada saat pandemi, dengan dahsyatnya daya sebar infeksi, seharusnya menjadi media penyebar harapan. Bukan sebaliknya malah dominan jurnalisme virus: berita melulu fokus pada berapa jumlah korban, tindakan aparat bubarkan kerumunan, dan lainnya,” kata Iqbal, Rabu (1/4/2020).

Iqbal menyarankan Kementerian Komunikasi dan Informasi dan Komisi Penyiaran Indonesia agar mengeluarkan instruksi kepada stasiun televisi, radio, dan media penyiaran lainnya untuk mengalokasikan tayangan informasi edukasi soal Covid-19, minimal 20 persen dari total durasi tayangan 24 jam.

“Tak hanya edukasi kesadaran mandiri memutus rantai sebaran infeksi, tapi juga menyebarkan virus-virus harapan dan daya juang mengalahkan sekaligus melemahkan daya sebar virus corona. Banyak kok caranya, bisa melibatkan jurnalisme warga atau foto video dari media sosial tentang berbagai hal itu,” kata anggota Koalisi Nasional Reformasi Penyiaran ini.

Media televisi dan radio bisa memilih materi-materi jurnalisme warga yang kemudian dikreasi secara edukatif. “Niscaya hal ini akan jadi bukti bahwa media penyiaran kita masih punya social responsibility dan tinggi sense of crisis-nya,” kata Iqbal.

Mengapa televisi dan radio? Menurut Iqbal, sekarang orang sudah lebih banyak beraktivitas di rumah, sehingga punya banyak waktu untuk menonton televisi dan mendengarkan radio.

“Kalau memperoleh media content yang sarat difusi harapan dan daya juang, saya yakin, masyarakat juga akan tenang, sadar, dan menahan diri. Ini turut mencegah maupun memupuk solidaritas sosial di komunitasnya masing-masing. Jika sebaliknya, ya akan sangat sulit membendung pembangkangan publik (yang diminta) untuk patuh di tengah situasi bahaya corona,” kata Iqbal. [wir/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar