Pendidikan & Kesehatan

Turun ke Jalan, DPD AMPI Kota Mojokerto Bagi-bagi Hand Sanitizer

Aksi DPD AMPI Kota Mojokerto membagikan hand sanitizer kepada masyarakat di Kota Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Aksi nyata ditunjukkan DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kota Mojokerto untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Sesuai dengan amanat DPD AMPI Provinsi Jawa Timur, DPD AMPI Kota Mojokerto membagikan hand sanitizer kepada masyarakat di Kota Mojokerto.

Aksi tersebut dilakukan DPD AMPI Kota Mojokerto pada, Minggu (29/3/2020) kemarin. Dengan berjalan kaki menyusuri gang-gang di Perumahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, anggota DPD AMPI Kota Mojokerto membagikan hand sanitizer khususnya warga yang lanjut usia (lansia) dan sosialisasi hidup bersih.

Ketua DPD AMPI Kota Mojokerto, Kurniawan Jatmika mengatakan, aksi tersebut bentuk nyata DPD AMPI Kota Mojokerto untuk mewujudkan kepedulian terhadap masyarakat yang masih harus beraktivitas di luar rumah. “Kegiatan ini, secara penuh logistik didukung DPD AMPI Jawa Timur,” ungkapnya, Senin (30/3/2020).

Sekretaris RW Welirang, Yhan Saputra mengapresiasi kegiatan yang dilakukan DPD AMPI Kota Mojokerto tersebut. “Saya berharap kegiatan ini tidak hanya berjalan sekali saja, namun juga berkelanjutan untuk masa-masa ke depan”, terangnya.

Dari Perumahan Wates, DPD AMRI Kota Mojokerto menyasar pos penjagaan SMAN 3 dan SMAN 3 Kota Mojokerto. Mereka memberikan semangat dan membagikan hand sanitizer kepada security sekolah. Karena perjuangan keras para security sekolah dalam menjaga sekolah walaupun kegiatan belajar mengajar diliburkan.

Pembagian hand sanitizer dilanjutkan ke perkampungan Sentanan, Kecamatan Kranggan tempat para pengrajin kue basah. Sembari membagikan hand sanitizer, mereka juga mendengarkan keluh kesah penduduk yang terdampak perihal pembatasan kegiatan luar rumah oleh Pemkot Mojokerto.

Salah satu tokoh masyarakat, Gono mengatakan, dalam kondisi normal, sehari biasa memproduksi 1.000 potong kue per rumah. Namun saat ini, hanya bisa memproduksi 200 potong kue. “Pesanan kue basah yang biasanya untuk hajatan, pengajian, kumpulan rendah sehingga mempengaruhi pesanan,” tegasnya.

Warga Sentanan mengaku dengan aksi DPD AMPI Kota Mojokerto tersebut juga membantu di tengah mahalnya harga hand sanitizer di pasaran. Pihaknya berharap, DPD AMRI Kota Mojokerto bisa menyampaikan keluhan masyarakat khususnya pengrajin kue basah di Kelurahan Sentanan ke pihak terkait.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar