Pendidikan & Kesehatan

Tunggakan BPJS Kesehatan Warga Malang Sebesar Rp127 Miliar

Kantor BPJS Cabang Malang.

Malang (beritajatim.com) – BPJS Kesehatan Cabang Malang mengungkapkan data tunggakan iuran BPJS warga Malang Raya sebesar Rp127 miliar. Data tunggakan itu terhitung hingga Desember 2019. Penyebab tingginya tunggakan iuran BPJS karena kesadaran warga untuk membayar masih rendah.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Malang, Chandra Jaya mengungkapkan, bahwa tunggakan iuran terbesar dari Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri. Terkait kepatuhan ini peserta memilih membayar saat sakit, kemudian berhenti bayar ketika sembuh. “Dari temuan kami, masih ada juga peserta yang tidak tahu jika harus rutin melakukan pembayaran. Jadi hanya bayar saat sakit, nanti kalau sudah sembuh tidak rutin bayar lagi,” ujar Chandra, Selasa (7/1/2020).

Chandra mengatakan dari Rp127 miliar tunggakan yang belum terbayar mayoritas berasal dari warga Kabupaten Malang sebesar Rp76 miliar. Disusul tunggakan dari warga Kota Malang sebesar Rp41 miliar dan Kota Batu Rp8 miliar.

Chandra menyebut untuk meminimalisir tunggakan tersebut, pihak BPJS Kesehatan melakukan upaya penagihan melalui kader JKN. Selain itu, juga ada petugas kolektif yang setiap saat menelpon dan mengingatkan peserta untuk melakukan pembayaran.

“Kami mengusulkan agar pemerintah daerah menjamin iuran bagi PBPU yang tidak mampu. Saat ini, total peserta BPJS Kesehatan di Malang Raya sebanyak 2.598.913. Sementara peserta yang iurannya dijamin pemerintah pusat dan daerah sebanyak 1.141.151 orang,” tandasnya. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar