Pendidikan & Kesehatan

Tujuh SMPN di Gresik Masih Kekurangan Murid

Gresik (beritajatim.com) – Seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019 telah diumumkan. Namun, ada tujuh SMPN di Gresik masih kekurangan murid. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Gresik, berencana membuka seleksi PPDB tahap II setelah daftar ulang selesai.

Ketua Penyelenggara PPDB Disdik Gresik Nur Maslichah membenarkan masih ada sisa pagu di beberapa SMP. Terutama SMP di wilayah utara. Misalnya, SMPN 2 Sidayu, SMPN 3 Sidayu, dan SMPN 4 Sidayu. Selanjutmya, SMPN 1 Panceng.

“Setiap tahun disana memang selalu tersisa. Mengingat ada empat sekolah negeri di Kecamatan Sidayu,” tuturnya, Sabtu (25/5/2019).

Selain di daerah Utara Gresik. Kekurangan murid juga terjadi di wilayah pinggir kota. Ada satu sekolah masih butuh murid. Salah satunya, SMPN 2 Manyar. Di sekolah itu tercatat dari 224 pagu yang tersedia, baru ada 202 siswa yang diterima.

“Jadwal pastinya seleksi tahap kedua PPDB belum bisa diedarkan. Kemungkinan setelah selesai daftar ulang 28 Mei 2019, nanti baru kami keluarkan surat edaran ke sekolah,” ujar Nur Maslichah.

Ia menambahkan, seleksi PPDB tahap II nanti tidak memakai sistem zonasi. Jadi siswa langsung bisa daftar ke sekolah yang bersangkutan. Kemudian, sekolah akan memverifikasi berkas. “Kalau nanti pendaftar melebihi sisa pagu, baru diterapkan jarak terdekat dari sekolah,” tambahnya.

Saat ditanya satu unit sekolah baru (USB) SMPN 33 Gresik, dijelaskan Nur Maslichah, pagunya yang tersedia sudah terpenuhi. Dari 128 pagu yang tersedia atau 4 rombel sudah penuh. Sebelumnya, Dispendik memang memprediksi sekolah baru di Driyorejo itu bakal terpenuhi. Mengingat sekolah negeri di Driyorejo sebelumnya hanya ada SMPN 1 Driyorejo.

“Kebutuhan pendidikan di Driyorejo memang tinggi. Untuk SMPN 1 Driyorejo saja hampir 1.000 siswa mendaftar kemarin. Sementara di SMPN 33 Gresik pendaftar mencapai 200 siswa. Dua sekolah itu sebetulnya masih kurang,” imbuhnya. [dny/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar