Pendidikan & Kesehatan

Tugas Berat PMI Pamekasan di Tengah Pandemi Covid-19

Pamekasan (beritajatim.com) – Palang Merah Indonesia (PMI) merupakan organisasi perhimpunan nasional di Indonesia yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjalankan berbagai program kemanusiaan di tengah pandemi virus corona alias Covid-19,

Sebab organisasi yang mengusung slogan ‘Setetes Darah Anda, Nyawa Bagi Sesama’ merupakan organisasi nasional yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan. Tidak terkecuali di kabupaten Pamekasan, yang notabene terdata sebagai bagian dari organisasi yang dibentuk pada 17 September 1945.

Tugas dan tanggung jawab berat harus meraka jalankan di tengah pandemi Covid-19, di mana tugas pokok kepalangmerahan meliputi beberapa poin penting juga harus dilaksanakan secara bersamaan. Di antaranya kesiapsiagaan bantuan penanggulangan bencana, pelatihan pertolongan pertama untuk sukarelawan, pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat hingga pelayanan tranfusi darah.

“Tujuan kami menolong sesama tanpa membeda-bedakan, hal itu kita tunjukkan melalui komitmen merealisasikan prinsip dasar yang dijadikan gerakan internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, yakni kemanusiaan, kesamaan, kesukarelaan, kemandirian, kesatuan, kenetralan, dan kesemestaan,” kata Ketua PMI Pamekasan, Bambang Edy Suprapto, melalui Wakil Kepala Markas PMI Pamekasan, Yulianto Prayitno, Jum’at (15/5/2020).

Anggota PMI Pamekasan yang tergabung dalam Tim Satgas Covid-19 Pamekasan, melakukan penyemprotan disinfektan pada kendaraan di Terminal Kargo Tlanakan.

Selain itu, pihaknya juga menegaskan jika PMI tidak memihak golongan politik, ras, suku ataupun agama tertentu. Sebab dalam pelaksanaannya, PMI juga tidak melakukan pembedaan dan tetap mengutamakan korban yang paling membutuhkan pertolongan segera untuk keselamatan jiwanya.

“Di tengah wabah Covid-19 ini, kami PMI Pamekasan juga menjadi bagian dan bergabung bersama Tim Satgas Covid-19 Pamekasan untuk bersama melakukan berbagai langkah antisipatif sekaligus sosialisasi pencegahan wabah Covid-19,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, saat bersamaan pihaknya juga harus bekerja ekstra keras untuk selalu menyiapkan ketersediaan stok darah bagi pasien yang membutuhkan. “Kondisi seperti ini tentunya menjadi tugas berat dan tanggung jawab besar yang harus kita lakukan, apalagi di tengah pandemi seperti ini kita juga harus memaksimalkan berbagai potensi dan kemampuan, termasuk untuk menyiapkan ketersediaan stok darah,” imbuhnya.

Hal tersebut juga diakui oleh Kepala Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI Pamekasan, dr Achmad Syafirullah yang menilai kondisi unit yang dipimpinnya harus bekerja ekstra keras demi menyiapkan ketersediaan stok darah. “Seperti sudah kami sampaikan sebelumnya, kegiatan aksi donor darah untuk sementara kita panding. Kondisi ini tentunya juga berdampak pada ketersediaan stok darah di PMI Pamekasan,” jelasnya.

“Untuk mensiasati ketersediaan stok darah, PMI Pamekasan juga mengeluarkan edaran bagi pasien yang membutuhkan stok darah agar membawa pendonor pengganti. Hal ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi kekosongan stok darah,” sambung pria yang akrab disapa dr Syafi.

Bahkan pihaknya menilai upaya tersebut memberikan dampak positif untuk ketersediaan stok darah, sekalipun tidak seperti sebelumnya atau sebelum adanya pandemi Covid-19. “Memang kami akui kondisi ini belum sepenuhnya normal, dan kami berharap semoga pandemi ini segara berakhir dan kondisi kehidupan kembali normal,” harapnya. [pin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar