Pendidikan & Kesehatan

Total Rp 58,9 Miliar Bantuan Pemprov Jatim untuk PSBB Malang Raya

Pemprov Jatim pastikan PSBB Malang Raya dimulai pukul 00.00 WIB.

Malang(beritajatim.com) – Pemerintah Provinsi Jatim menggelontorkan dana bantuan sosial sebesar Rp 58,9 miliar atau Rp 58.966.740.000 untuk Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya. Bantuan tahap pertama ini dibagikan untuk Kota Batu, Kota Malang dan Kabupaten Malang.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, total bantuan ini diberikan pada hari pertama penerapan PSBB Malang Raya. Bantuan bisa bertambah karena bersifat dinamis.

Dana bansos tersebut terdiri dari jaring pengaman sosial dalam bentuk bantuan keuangan khusus, dana suplemen Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), bantuan berupa alat kesehatan yang diberikan pada rumah sakit rujukan, hingga bantuan sembako untuk dapur umum serta bagi warga terdampak Covid-19 di kawasan Malang Raya.

Bantuan tersebut merupakan intervensi yang diberikan Pemerintah Provinsi Jatim pada warga terdampak Covid-19 di Malang Raya yang hari ini, Minggu (17/5/2020) memulai penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga tanggal 30 Mei 2020 mendatang.

“Total Rp 58,9 miliar, prosesnya ini akan berjalan dinamis, karena suport untuk alat kesehatan di rumah sakit rujukan tetap berjalan, tentu dapur umum berjalan,” papar Khofifah.

Sejauh ini untuk mengatasi pandemi virus corona ada delapan jaring pengaman terdiri dari program PKH, ada BPNT, perluasan BPNT, Bantuan Sosial Tunai, Bantuan Langsung Tunai Dana Desa, Kartu Pra Kerja, enam itu dari pemerintah pusat. Lalu yang ke tujuh dan delapan ada bantuan Pemprov Jatim.

“Jika ada yang belum tersisir diharapkan menggunakan refocussing APBD kabupaten/kota. Bantuan dari Pemprov Jatim terdiri dari lima jenis bantuan. Mulai alat pelindung diri (APD) sebesar Rp 7.498.640.000, bantuan sembako Rp569.600.000, dapur umum Rp 636.800.000, bantuan jaring pengaman sosial (JPS) sebesar Rp 42.000.000.000 dan suplemen bantuan pangan non tunai (BPNT) sebesar Rp 8.261.700.000. Total bantuan Pemprov Jatim sebesar Rp 58.966.740.000 atau Rp 58,9 miliar untuk Malang Raya,” kata Khofifah.

Khofifah menyebut, anggaran yang diberikan Pemprov Jatim ini sebagai penopang bantuan dari pemerintah pusat. Siapa yang terdampak, siapa yang belum tersisir enam macam bansos dari pusat, maka mereka bisa mengakses bansos dari provinsi melalui (pemerintah) kabupaten atau kota.

Untuk program bantuan sosial dari Pemprov Jatim berbentuk jaring pengaman sosial dari dana bantuan keuangan khusus diberikan dalam bentuk bantuan Rp 200 ribu per bulan per KPM yang akan diberikan selama tiga bulan. Total anggaran senilai Rp 42 miliar dikucurkan Pemprov Jatim untuk warga terdampak Covid-19 yang akan menerima bantuan keuangan khusus di Malang Raya.

“Kota Batu mendapat support bantuan jaring pengaman sosial Rp 3 miliar untuk 5.000 KPM, Kota Malang sebesar Rp 9 miliar yang kita salurkan untuk 15.000 KPM, Kabupaten Malang mendapat support Rp 30 miliar untuk 50.000 KPM,” tutur Khofifah.

Khofifah menegaskan KPM sasaran penerima bantuan keuangan khusus dari Pemprov Jatim itu ditentukan oleh masing-masing kabupaten dan kota. Dengan mekanisme penunjukan dan pengajuan dari Pemkab Pemkot kemudian dicairkan Pemprov ke pemda.

Selain memberikan jaring pengaman sosial bantuan keuangan khusus tersebut, Gubernur Khofifah juga menyebutkan bahwa Pemprov Jatim juga memberikan suplemen untuk BPNT.

Jika pemerintah pusat BPNT memberikan bantuan Rp200 ribu maka oleh Pemprov Jatim diberikan suplemen tambahan berupa top up Rp100 ribu yang otomatis masuk ke rekening KPM. Untuk suplemen BPNT, total anggaran yang diberikan Pemprov untuk se Malang Raya ada sebesar Rp8,62 miliar untuk 27.539 KPM. Bantuan ini sudah mulai cair ke masing-masing rekening KPM.

“Dari total Rp8,62 miliar itu terinci untuk Kabupaten Malang sebesar Rp1,36 miliar untuk 4.538 KPM, kemudian untuk Kota Malang sebesar Rp6,2 miliar yang akan diberikan untuk 20.761 KPM, dan juga Rp672 juta untuk Kota Batu dengan penerima sebesar 2.240 KPM,” tandasnya. (luc/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar