Pendidikan & Kesehatan

Total ODR di Pamekasan Hampir 2.000 Orang

Pamekasan (beritajatim.com) РPeta Sebaran Covid-19 di Kabupaten Pamekasan semakin meluas dan meningkat, bahkan status Orang Dalam Resiko (ODR) hampir mencapai  2 ribu orang khususnya dalam beberapa hari terakhir.

Berdasar rilis Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Sabtu (28/3/2020). Sebanyak 1.923 orang tercatat sebagai ODR dengan total Orang Dalam Pantauan (ODP) sebanyak 101 orang, bertambah sebanyak 16 orang dari rilis sehari sebelumnya, Jumat (27/3/2020) kemarin.

Sebab hasil rilis sebelumnya, total ODP di Pamekasan berakhir di angka sebanyak 85 orang. Namun kali ini kembali naik dan semakin meluas dengan status kuning pada hasil rilis Tim Covid-19 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

Peningkatan tersebut tidak lepas dari banyaknya warga yang berasal dari zona merah penyebaran virus corona masuk ke wilayah Pamekasan, terlebih saat ini juga hampir bersamaan dengan momentum jelang Ramadan 1441 Hijriah. Di mana sebagian warga Madura, tidak terkecuali Pamekasan banyak yang merantau ke luar daerah.

Sehingga mereka juga memaksakan mudik lebih awal sekalipun pemerintah, mulai dari tingkat pusat, provinsi hingga daerah sudah mengeluarkan imbauan agar menahan diri dan stanby di tempat asal, terlebih bagi warga yang berada di zona merah penyebaran virus corona.

Untuk itu, Pemkab Pamekasan melalui Tim Satgas Covid-19 bersama senjumlah instansi terkait bahu-membahu melakukan langkah antisipatif sekaligus pencegahan penyebaran virus corona melalui proses screening kedatangan. Khususnya bagi warga yang masuk Pamekasan dari zona terdampak.

Peta Sebaran Covid-19 di Kabupaten Pamekasan, Per Sabtu (28/3/2020).

“Sementara langkah yang kita lakukan adalah screening kedatangan, kita laksanakan sesuai protap dengan melakukan penyemprotan disinfektan khususnya bagi warga yang datang dari zona merah,” kata Juru Bicara Tim Satgas Covid-19 Pamekasan, dr Ahmad Marzuki kepada beritajatim.com.

Disinggung lebih jauh seputar langkah antisipatif penyebaran virus corona, pihaknya hanya menerapkan proses screening dengan pemantauan intensif. “Saat ini yang kita hadapi kan virus dan tidak kelihatan, sehingga solusi menghindari kerumunan ataupun jaga jarak itu sangat penting dilakukan oleh semua masyarakat,” ungkapnya.

“Maka dari itu kami memohon dengan hormat kepada seluruh masyarakat untuk bersama mengantisipasi dan mencegah penyebaran wabah virus corona ini. Salah satu di antaranya dengan mematuhi protap yang sudah ada, termasuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta menjaga jarak dengan sesama,” pungkasnya. [pin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar