Pendidikan & Kesehatan

Toga Jadi Motor Protokol Kesehatan di Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) – Meningkatnya kasus orang yang terpapar Covid 19 di Banyuwangi menjadi perhatian bersama. Tidak hanya itu, peningkatan ini menjadikan kota di ujung timur Pulau Jawa ini masuk dalam zona merah.

Kondisi ini membuat pemerintah setempat terus berupaya mencari solusi untuk dapat menekannya. Salah satunya yaitu memperketat pengawasan dan pengendalian, serta penerapan protokol kesehatan di tengah masyarakat.

Dalam hal ini, secara khusus Bupati Abdullah Azwar Anas menggelar pertemuan dengan para tokoh agama (Toga) di Pendopo Sabha Swagata, Pada kesempatan tersebut, Anas mengajak agar para tokoh agama terus mengingatkan umatnya untuk memperketat kepatuhan terhadap protokol kesehatan seiring dengan meningkatnya kasus Covid 19 di daerah.

“Ini memang kabar yang kurang enak bagi kita, tapi kenyataannya penularan virus corona terus meningkat. Ini tidak hanya terjadi di Banyuwangi, namun tren kasus nasional juga mengalami peningkatan. Wajib menjadi perhatian kita semua,” kata Anas, Rabu (23/12/2020).

Anas berharap para tokoh agama bisa menyampaikan kepada umat masing-masing untuk terus memperketat kepatuhan terhadap protokol kesehatan agar terhindar dari resiko penularan.

“Untuk itu, saya meminta kepada para tokoh ini untuk terus mengingatkan umatnya pentingnya menjaga protokol kesehatan covid,” ujarnya.

Tujuannya, kata Anas, para tokoh agama ini bisa menjadi motor tidak hanya dari sisi keagamaan, tapi juga prestasi.

“Maka kami juga mohon kepada tokoh agama untuk memotivasi umat untuk terus berprestasi di segala bidang yang ditekuninya. Karena prestasi atau hasil yang kita dapat itu sesuai dengan kerja keras yang kita upayakan,” ujarnya.

Anas juga meminta dukungan dari para tokoh agama dalam proses pembangunan daerah ke depan. Karena pandemi yang saat ini terjadi membuat banyak perubahan dalam perencanaan dan proses pembangunan.

“Banyak rencana pembangunan yang tertunda, omset UMKM yang menurun hingga warga yang kehilangan pekerjaan. Maka ke depan daerah perlu dukungan yang solid dari segenap elemen daerah untuk bekerja semakin keras mengatasi dampak-dampak yang terjadi. Dukungan dari para tokoh agama dan masyarakat akan sangat berarti,” pungkas Anas.

Pertemuan tersebut diikuti ratusan tokoh agama yang berlangsung sesuai dengan protokol kesehatan. Di antaranya dihadiri oleh Kyai Burhan, Kyai kholik Nurhadi, Kyai Zulkarnaen, Gus Baweh, Kyai Damanhuri Sirajuddin, Kyai Sarif Hidayatulloh Kyai Imam Hasanudin dan Kyai Ahmad wahyudi. [rin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar