Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Tips Kuatkan Pondasi Pernikahan Ala ‘Si Penghulu Viral’

KH Anas Fauzi saat mengisi Ngaji Pernikahan pada ajang internasional Pekan Ngaji 7 Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Panaan, Palengaan, Pamekasan, Minggu (9/1/2022).

Pamekasan (beritajatim.com) – KH Anas Fauzi menegaskan kemampuan untuk saling mengerti, introspeksi diri dan menurunkan ego masing-masing pasangan, dapat menjadi pondasi kuat dalam sebuah hubungan pernikahan.

Hal tersebut disampaikan saat mengisi Ngaji Pernikahan dengan tema ‘Menjemput Berkah dengan Nikah, Sakinah, Mawaddah dan Rahmah’ pada ajang internasional Pekan Ngaji 7 Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Panaan, Palengaan, Pamekasan, Minggu (9/1/2022).

Dalam kesempatan tersebut, penghulu yang viral di jejaring media sosial (medsos) khususnya aplikasi TikTok, juga memberikan beberapa wejangan renyah penuh makna khususnya seputar tips membina rumah tangga dalam sebuah pernikahan.

“Membina rumah tangga bahagia itu salah satunya didukung aspek psikologis, artinya kemampuan untuk saling introspeksi diri dan menurunkan ego menjadi pondasi hubungan pernikahan. Sehingga mampu merasakan kekurangan diri dan mengakui kelebihan orang lain (pasangan),” kata KH Anas Fauzi.

Kiai yang juga tercatat sebagai penghulu, membagikan tips membahagiakan istri dengan menjaga hal fisik dan psikis. “Menjaga hal fisik artinya tidak mudah main tangan, mengamankan pasangan dari hal bentuk kekerasan fisik apapun. Termasuk menjaga psikis hingga memberikan kecukupan dalam nafkah finansial,” ungkapnya.

“Bila kita pikir tentang enaknya saja, berarti masa depan kita hanya sebatas angan dan rumah tangga bahagia akan hancur. Jadi tidak usah diangan kapan waktunya makan, sebab kalau sudah waktunya makan, mesti datang itu makanan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Anas yang juga merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Ar-Razzaq, Malang, juga memberikan tips sekaligus resep dalam memilih pasangan yang tepat. Terlebih di era digital seperti saat ini, khususnya dengan adanya beragam aplikasi di media sosial.

“Dalam hal ini, wanita shalihah tidak hanya dilihat dari penampilannya saja, tapi yang lebih utama adalah akhlaknya. Artinya, apabila kau pandang kau tersenyum dan senang. Apabila kau pinta dalam urusan kebaikan, ia menanggapi dengan senyum. Jika ditinggal suami bekerja, ia menjaga dirinya dan harta benda suaminya,” pungkasnya.

Ngaji Pernikahan pada ajang internasional dianggap sebagai hal penting, terlebih pernikahan merupakan sunnah yang diperintahkan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepada seluruh umatnya. Bahkan orang yang membenci pernikahan dianggap keluar dari golongan umat Muhammad. [pin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar