Pendidikan & Kesehatan

Tips Buat Desinfektan Alami dari Pemkot Surabaya

Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana

Surabaya (beritajatim.com) – Antisipasi penyebaran virus corona terus dilakukan Pemkot Surabaya. Selain sosialisasi pencegahan, upaya pemantauan kondisi lingkungan juga didorong oleh Wakil Walikota Surabaya Whisnu Sakti Buana.

Ia mendorong agar para kader lingkungan dan Ibu Pemantau Jentik (Bu Mantik), maupun warga Surabaya bisa menciptakan desinfektan alami.

Desinfektan merupakan bahan kimia atau pengaruh fisika yang digunakan mencegah terjadinya infeksi, maupun pencemaran jasad renik seperti bakteri dan virus. “Bisa alami diciptakan dan bahannya juga mudah didapat,” kata Whisnu Sakti, Selasa (3/3/2020).

Beberapa bahan diantaranya yakni minyak asiri, cuka atau lemon. Politisi PDIP yang akrab disapa WS ini menerangkan, berdasarkan literatur bahan-bahan tersebut menjadi salah satu alternatif pembuatan desinfektan alami.

WS menuturkan, pembuatan tersebut bisa digunakan dengan disemprotkan ke lingkungan sekitar. Baik didalam rumah, maupun diluar. “Ini bisa dilakukan oleh Bu Mantik yang lebih paham prosesnya. Sebagai antisipasi penyebaran virus di lingkungan tempat tinggal,” terang dia.

Selain desinfektan alami, pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) berupa jahe, temulawak, kunyit, sere bisa menjadi ramuan yang bisa digunakan. “Pemanfaatan empon-empon ini bisa diramu untuk dikonsumsi sebagai penguat imun tubuh,” kata WS.

Langkah tersebut merujuk dari hasil penelitian Profesor Dr drh Chairul Anwar Nidom, asal Universitas Airlangga Surabaya. Penemuan ini menjadi terobosan untuk mencegah penularan virus corona atau covid-19 dalam tubuh.

Pasangan Risma dalam Pilkada Surabaya 2015 ini juga menyampaikan hibauan Kementrian Kesehatan dalam menjaga kesehatan lingkungan. “Rajin konsumsi air putih, cuci tangan yang bersih, serta istirahat cukup. Ini perlu diperhatikan,” terang mantan Wakil Ketua DPRD Surabaya ini.

Alumni ITS Surabaya ini mengatakan, langkah antisipasi ini bagian dari tanggap dan pencegahan awal. “Bu Wali sudah mengeluarkan edaran sosialisasi. Mungkin ini langkah yang bisa diaplikasikan,” kata suksesor Tri Rismaharini dalam Pilwali Surabaya 2020 ini. [ifw/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar