Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Tingkatkan Kualitas MBKM, Untag Surabaya Gelar FGD Bersama Tendik

Untag Gela Focus Group Discussion digelar guna membahas implementasi kebijakan tersebut pada para mahasiswa khususnya program Magang dan Studi Independen Bersertifikat.

Surabaya (beritajatim.com) – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya secara konsisten menerapkan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Focus Group Discussion digelar guna membahas implementasi kebijakan tersebut pada para mahasiswa khususnya program Magang dan Studi Independen Bersertifikat.

Dengan tema ‘Analisis Kesiapan dan Dampak Program MBKM Magang dan Studi Independen Bersertifikat terhadap Kinerja’, FGD diikuti oleh tenaga kependidikan di lingkungan Untag Surabaya.

Rektor Untag Surabaya – Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, MM, CMA, CPA. hadir untuk membuka FGD. Dalam sambutannya Prof. Nugroho mengaku berbangga karena sepanjang tahun 2021 Untag Surabaya menerima berbagai hibah yang berkaitan dengan MBKM guna mendukung kompetensi mahasiswa.

Harapan kita, tenaga kependidikan sebagai garda terdepan untuk administrasi memahami kebijakan ini dan memperbaiki kualitas layanan,” harapnya. Menurutnya sinergi dan gotong royong menjadi aspek penting dalam meningkatkan kualitas layanan. “Tidak boleh merasa cukup karena Untag Surabaya harus maju dan berkelanjutan.”

Guna meningkatkan kualitas implementasi MBKM di Untag Surabaya, dibentuk tim peneliti yang mengkaji kesiapan implementasi MBKM pada dosen, mahasiswa hingga tenaga kependidikan. Ketua Peneliti – Dr. Nanis Susanti, MM. menyebutkan bahwa pihaknya telah mengembangkan perangkat dan memulai penelitian serta mengumpulkan data dari para dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan guna memperkaya laporan penelitian.

Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa ternyata kesiapan mahasiswa luar biasa. Ribuan mahasiswa sudah mengetahui kebijakan MKBM. Oleh karena itu kita perlu memperbaiki kinerja layanan pada mahasiswa,” paparnya.

Wakil Rektor 1 Untag Surabaya – Harjo Seputro, ST. MT. turut hadir sebagai narasumber untuk memberikan pengarahan bertajuk ‘Kebutuhan Kompetensi Lulusan Sarjana untuk Akselerasi Pencapaian Indikator Kinerja Utama’.

Harjo menegaskan bahwa saat ini pemeringkatan perguruan tinggi didasarkan pada implementasi kebijakan MBKM dan reputasi lulusan. “Kita menyasar pada kebutuhan lulusan yaitu kompetensi. Lulusan harus mencapai kompetensi maksimal,” katanya. Dengan kebijakan MBKM tersebut, lanjut Harjo, setiap perguruan tinggi dinilai dengan mengacu pada Indikator Kinerja Utama (IKU).

Untuk memenuhi IKU tersebut, layanan menjadi hal penting. “Penyumbang poin terbesar adalah kepuasan layanan. Apalagi saat ini Untag Surabaya memasuki milestone ketiga yakni daya saing di tingkat Asia,” tegas Harjo.

Dalam upaya mencapai milestone tersebut, Untag Surabaya menyiapkan dua program studi untuk terakreditasi secara internasional. “Di tahun 2023 kedua program studi tersebut akan meraih sertifikat internasional. Dengan demikian, keterampilan dan IKU hanya bisa dicapai dengan transformasi pembelajaran,” sebut Harjo.

Pada kesempatan yang sama, Duta MBKM Untag Surabaya – Wiwik Afifah, SH., S.Pi., MH. memaparkan materi ‘Peran Tenaga Kependidikan dalam Implementasi MBKM di Untag Surabaya’. Wiwik menuturkan bahwa minat mahasiswa untuk mengikuti program MBKM sebenarnya tinggi, namun terhalang oleh takut akan nilai yang buruk dan ketidakmampuan beradaptasi, sehingga peranan tenaga kependidikan diperlukan. “Kalau di depan (tenaga kependidikan) tidak ramah dan informatif, maka minat mahasiswa mengikuti MBKM akan hilang,” tuturnya.

Wiwik menuturkan bahwa tenaga kependidikan, utamanya di Fakultas, merupakan garda terdepan dalam keberhasilan MBKM di Untag Surabaya. “Misalnya rurat rekomendasi untuk MBKM yang ditandatangani dekan, itu bermula dari meja bapak ibu (tata usaha fakultas). Lebih dari itu, meskipun program MBKM ini melelahkan, setiap unit harus bekerjasama dan menyokong,” katanya.

Wiwik menekankan bahwa pelayanan adaptif dengan sinergi yang baik perlu diterapkan. “Tenaga kependidikan dan unit sangat berarti untuk pelaksanaan MBKM, mari bekerjasama dalam implementasi MBKM,” tutupnya. (ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar