Pendidikan & Kesehatan

Tingkat SMA, Baru 5 Siswa Manfaatkan PPDB Khusus Anak Nakes

Kasi SMA/SMK Cabdindik Jatim Wilayah Ponorogo Eko Budi Santoso(foto/dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Jika dijenjang SMP ada 36 anak tenaga kesehatan (nakes) yang melenggang mulus dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini. Artinya mereka dapat memilih SMP manapun di bumi reyog ini. Namun, jalur khusus anak nakes ini belum dimanfaatkan secara maksimal di jenjang SMA. Dari kuota 36 anak yang bebas memilih sekolah, nyatanya hanya lima anak nakes yang memanfaatkannya.

“Hingga saat ini, baru lima calon siswa yang mendaftar lewat jalur anak nakes ini,” kata Kasi SMA/SMK Cabdindik Jatim Wilayah Ponorogo Eko Budi Santoso, Rabu (24/6/2020).

Eko mengungkapkan pihaknya mencatat empat anak mendaftar di SMAN 1 Ponorogo dan seorang memdaftar ke SMKN 1 Jenangan. Mereka otomatis akan diterima di sekolah yang dituju tersebut. Kemudahan untuk anak nakes ini, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi orangtua mereka yang berada terdepan dalam penanganan Covid-19.

“Mereka otomatis diterima. Syaratnya dengan membawa surat keterangan resmi dari daerah yang menerangkan bahwa orangtua mereka benar-benar nakes yang menangani Covid-19,” kata Eko.

Selain anak nakes, kata Eko sopir ambulan yang mengangkut pasien Covid-19 juga masuk dalam kuota jalur khusus ini. Dia menyebut, jika pagu khusus ini tidak terpenuhi. Sesuai dengan kebijakan Pemprov Jatim, dikembalikan ke jalur zonasi. “Jadi jika jalur khusus nakes ini tidak terpenuhi pagunya, akan dikembalikan ke jalur zonasi,” pungkasnya.

Untuk diketahui, enerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA/SMK saat pandemi ini, ada kemudahan bagi anak dari tenaga kesehatan (nakes), khususnya yang menangani Covid-19. Ya, gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberi kebijakan 1 persen dari jumlah pagu di masing-masing SMA/SMK di Jawa Timur untuk anak para nakes.

“Ini merupakan kebijakan dari Gubernur yang harus dijalankan oleh Dinas Pendidikan Jatim, yakni memberi pagu 1 persen untuk anak nakes yang menangani Covid-19 yang ingin melanjutkan SMA/SMK,” kata Eko.

Pemberian pagu 1 persen untuk nakes yang menangani Covid-19 sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi nakes yang saat ini berjuang untuk menyembuhkan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kuota itu juga berlaku untuk anak dari supir ambulan pengantar pasien Covid-19. “Ini salah satu bentuk penghargaan untuk nakes maupun sopir ambulan yang selama ini menjadi garda terdepan penanggulangan Covid-19,” katanya. (end/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar