Pendidikan & Kesehatan

Tingkat Kematian Kasus Covid-19 di RS dr. Soebandi Jember Tinggi

Direktur RS Daerah dr. Soebandi, Hendro Soelistijono

Jember (beritajatim.com) – Tingkat kematian dalam kasus Covid-19 di Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, terhitung tinggi. Namun, angka kesembuhan juga bagus.

“Fatality rate 18,27 persen. Ini cukup tinggi. Dua tiga orang meninggal per hari, tapi dengan masa perawatan tidak terlalu lama,” kata Direktur RS Daerah dr. Soebandi, Hendro Soelistijono, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi D di gedung DPRD Jember, Selasa (10/11/2020).

Menurut Hendro, sebelum meninggal, pasien yang datang ke dr. Soebandi rata-rata sudah dalam kondisi sangat parah. “Datang pagi, tengah malam meninggal. Datang malam, pagi meninggal. Jadi kondisinya memang sangat parah,” katanya. Pasien meninggal terbanyak berusia 51 dan 60 tahun.

Namun, angka kesembuhan pasien terkonformasi di dr. Soebandi juga tinggi, yakni 91,7 persen. Dari 509 orang pasien terkonfirmasi positif Covid-19, sebanyak 467 orang di antaranya sembuh dan 42 orang meninggal dunia.

Sementara itu, 196 orang dari 259 pasien suspect dinyatakan sembuh dan tiga orang meninggal. Sebanyak 110 orang dari 195 orang pasien probable dinyatakan sembuh dan 51 orang meninggal.

Menurut data terakhir di RSD dr. Soebandi, dari total 963 pasien terkait Covid-19 yang dirawat di dr. Soebandi, sebanyak 773 pasien sembuh dan 96 orang meninggal dunia. Data itu terdiri atas data pasien terkonfirmasi positif, pasien suspect atau orang dalam pengawasan, dan pasien probable atau pasien dalam pengawasan.

Dr. Soebandi memiliki satu unit tes cepat molekuler (TCM) dan dua unit reverse-transcriptase polymerase chain reaction (RT-PCR). “Tapi tidak bisa melayani umum. Hanya untuk memenuhi pelayanan dari Dinas Kesehatan dan masyarakat yang sudah terkonfirmasi kontak erat,” kata Hendro.

Selama ini, dr. Soebandi sudah melakukan 1.415 pemeriksaan dengan TCM dan 5.071 pemeriksaan dengan RT-PCR. Hasilnya, 1.115 sampel RT-PCR dan 477 sampel TCM dinyatakan positif.

Hendro mengatakan, sebagai rumah sakit rujukan di Jawa Timur bagian timur, RSD dr. Soebandi sudah mempersiapkan diri menghadapi Covid-19 ini dengan sebaik-baiknya. Manajemen rumah sakit menyediakan 81 tempat tidur untuk kasus Covid, di mana enam tempat tidur dengan tekanan negatif sempurna dan 75 tempat tidur seminegatif dan tak dilengkapi higrometer pemantau. Rumah sakit itu juga memiliki lima ventilator dan dua kamar operasi.

Bulan ini, RSD dr. Soebandi membeli satu unit mesin PCR dengan dibiayai anggaran BLU (Badan Layanan Umum). “Gunanya untuk pasien yang minta pemeriksaan swab. Ini pemeriksaannya lebih cepat, tidak menunggu terlalu lama. Insya Allah kalau datang kami buka pelayanan, tapi berbayar, karena menggunakan (dana) BLU,” kata Hendro. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar