Pendidikan & Kesehatan

Tinggal Jember yang Belum Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka SMA-SMK

Rosyid Althaf, Kepala Seksi SMA, SMK Dinas Pendidikan Jawa Timur Cabang Jember Lumajang [foto: Oryza A. Wirawan]

Jember (beritajatim.com) – Tinggal dua kabupaten dan kota di Jawa Timur yang belum melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah untuk tingkat sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), dan pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus (PKPLK). Salah satunya Kabupaten Jember.

Rosyid Althaf, Kepala Seksi SMA, SMK Dinas Pendidikan Jawa Timur Cabang Jember Lumajang, mengatakan, salah satu syarat untuk bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah adalah kesiapan sarana dan prasarana masing-masing SMA, SMK, maupun pendidikan luar biasa. Secara umum, seluruh sekolah sudah siap dari aspek ini.

“Kedua, kami menghimpun persetujuan orang tua. Dipastikan waktu itu hampir 80 persen mengizinkan anaknya berangkat ke sekolah. Yang tidak mengizinkan, boleh belajar dari rumah,” kata Rosyid.

Namun, penentunya tetap izin dari bupati sebagai ketua tim gugus tugas penanganan Covid-19. “Kami pernah berusaha berkirim surat ke ketua tim gugus tugas Covid-19 pada zaman bupati lama, Bu Faida. Saya berkirim surat sebanyak dua kali,” kata Rosyid.

Di Lumajang, sejak Juli 2020, SMA-SMK sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka. “Sampai hari ini, hampir seluruh sekolah buka di sana. Makanya kami mendapat ‘serangan’ dari masyarakat (Jember) yang mempertanyakan kenapa SMA-SMK yang anak-anaknya masuk kategori dewasa ini tidak berani buka? Padahal untuk urusan buka, kami butuh diizinkan ketua tim gugus tugas Covid,” kata Rosyid.

Rosyid mengaku kecewa Bupati Faida saat itu tak menanggapi suratnya. Dia berharap Bupati Hendy Siswanto berbeda dengan Faida. “Saya harap Pak Haji Hendy segera membuka, karena kami sangat siap,” katanya. Ia akan segera melayangkan surat kembali kepada bupati yang berisi permohonan untuk diberlakukannya pembelajaran tatap muka tingkat SMA, SMK, dan PKPLK.

Rosyid minta tim gugus tugas Covid-19 tingkat kabupaten agar datang ke semua SMA dan SMK untuk melihat kesiapan. “Seluruh guru masuk 50 persen sesuai protokol Covid. Berdasar surat edaran gubernur, pada Juli-Agustus sekolah sudah mulai dibuka. Hanya Jember (yang belum buka). Di Lumajang sudah buka hampir satu tahun, tidak ada masalah apa-apa di sana,” katanya.

Pembelajaran tatap muka terbatas tingkat SMA-SMK sudah mulai dilaksanakan pada Juli 2020. “Lalu dilakukan evaluasi. Semua bersama-sama mengawasi sekolah. Sukses, lalu ada uji coba skala luas. Jember sudah siap, sarana-prasarana siap, persetujuan orang tua siap,” kata Rosyid. [wir/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar