Pendidikan & Kesehatan

Tim Satgas Pusat Cek Kesiapan Ponorogo Tangani Covid-19 Saat Lebaran

Ponorogo (beritajatim.com) – Tim satgas Covid-19 Pusat turun ke Ponorogo. Kunjungan tim satgas dari Jakarta ini  untuk menjalankan fungsi pengawasan kewilayahan dalam penanganan Covid-19.

Utamanya dalam mengecek kesiapan daerah menjelang hari raya Idul Fitri ini. Yakni meliputi kewaspadaan kenaikan kasus, menekan persentase angka kematian, pembatasan mobilitas penduduk, dan pemaksimalan fungsi posko.

“Secara global, dunia dalam masa krisis Covid-19. Dalam 7 minggu, kenaikan kasus hingga 7 persen dan angka kematian meningkat menjadi 5 persen,” kata Tenaga Ahli Tim Satgas Covid-19 Pusat, Kombes Pol. I Gede Mega Siparwitha, saat paparan di Gedung Pusdalops Kabupaten Ponorogo, Jumat (7/5/2021).

I Gede Mega Siparwitha menghimbau daerah untuk tetap menjalankan PPKM Mikro. Sebab, dengan adanya kegiatan itu, dapat menekan angka pasien Covid-19 menjadi turun. Dia juga meminta untuk mengelola liburan nasional dengan baik, agar tren pasien positif Covid-19 dapat teratasi.

“Penanganan liburan pasti susah dihilangkan, sehingga mari kita kelola dengan sebaik-baiknya,” katanya.

“Alhamdulilah kita sudah mencapai puncak-puncaknya Covid-19 dan hari ini sudah turun secara drastis. Namun diberbagai negara lain, saat ini malah mengalami puncak-puncaknya seperti di negara India, Thailand dan Iran,” ungkapnya.

Lonjakan diberbagai negara ini terjadi karena adanya perayaan agama, yang masyarakatnya tidak mengindahkan protokol kesehatan Covid-19. Sehingga peningkatan pasien positifnya tidak terkontrol.

“Waspadalah efek jangka panjang dari varian Covid-19 terbaru.” katanya.

Intervensi terpadu kepada masyarkat harus dilakukan. Bisa dengan melakukan himbauan surat edaran (SE) dan larangan-larangan kepada madyarakat secara luas diberbagai media atau lisan dengan mengedepankan Polri, TNI dan instansi pemerintahan.

Pembentukan Posko di Desa/Kelurahan maupun di kabupaten diberbagai daerah masih belum maksimal. Di Jawa Timur dan Jawa Barat masih 42 persen. I Made menyebut mungkin sudah terbentuk, akan tetapi belum dilaporkan. Semoga secara cepat segera dilaporkan, sehingga posko bisa dikatakan sudah berdiri 100 persen untuk wilayah Jawa  dan Bali.

“Fungsi adanya posko adalah pencegahan, penanganan, pembinaan dan dukungan.” pungkasnya.

Sementara itu Bupati Sugiri Sancoko mengungkapkan bahwa apa yang dikemukakan oleh tim satgas Covid-19 pusat, sudah dilaksanakan oleh Satgas penanggulangan Covid-19 Ponorogo. Jika ada kasus kenaikan Covid-19 di Ponorogo, memang di seluruh dunia hampir semuanya meningkat.

“Di Ponorogo angka kematian tidak sampai 5 persen artinya ini masih batas toleransi. Tetapi dikatakan gelisah ya gelisah. Namun kami akan tetap seeius dalam menekan penularan Covid-19,” pungkasnya. (end/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar