Pendidikan & Kesehatan

Antisipasi Penyebaran Covid-19

Tim Satgas Pamekasan Intens Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Seorang Personil dari Tim Satgas Covid-19 Pamekasan, saat melakukan penyemprotan disinfektan di kompleks IAIN Madura, Jl Raya Panglegur KM 4 Tlanakan, Kamis (2/4/2020).

Pamekasan (beritajatim.com) – Sejumlah personil lintas sektoral yang tergabung dalam Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Pamekasan, melaksanakan penyemprotan disinfektan di sejumlah titik berbeda, guna mengantisipasi sekaligus mencegah penyebaran wabah virus corona, Kamis (2/4/2020).

Penyemprotan cairan disinfektan tersebut dilakukan di sejumlah pusat keramaian, lembaga pendidikan hingga pesantren yang tersebar di beberapa kecamatan berbeda di Pamekasan. Mulai dari mushalla, gereja, balai desa, perguruan tinggi hingga beberapa pesantren.

“Penyemprotan disinfektan ini sebagai salah satu upaya untuk mengantisipasi sekaligus mencegah penyebaran wabah virus corona, kegiatan ini intens kita lakukan dalam bebeapa pekan terakhir khususnya saat wabah virus corona mulai menyebar, termasuk di kabupaten Pamekasan,” kata salah satu relawan dari unsur Satgas Covid-19 Pamekasan, Daniel Andika.

Seperti diketahui, proses penyemprotan cairan disinfektan memang intens dilakukan personil Tim Satgas maupun Relawan Covid-19, termasuk dari beberapa komunitas atau organisasi kemasyarakatan hingga personil partai politik (parpol) di Pamekasan.

Bahkan dari beberapa proses penyemprotan, juga difokuskan di beberapa titik merah penyebaran virus corona. Termasuk pembagian alat semprot hingga masker secara gratis. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran wabah virus corona, sekaligus membantu sesama.

Berdasar hasil rilis Tim Satgas Covid-19 Pamekasan, per hari ini tercatat sebanyak tiga orang terdata sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP), artinya bertambah dua orang dari sehari sebelumnya yang hanya tercatat satu orang dengan status serupa.

Penambahan serupa juga terjadi pada status Orang Dalam Pantauan (ODP) yang kembali naik dari 178 orang menjadi sebanyak 191 orang. Termasuk juga untuk status Orang Dalam Resiko (ODR) terdata sebanyak 6.008 orang, penambahan status ODR tidak lepas dari banyaknya warga dari luar daerah yang datang ke Pamekasan, sebagian besar berasal dari zona merah penyebaran virus corona.

Guna mengantisipasi hal tersebut, pihak Pemkab Pamekasan bersama Tim Satgas Covid-19 setempat melakukan berbagai upaya pencegahan. Selain penyemprotan disinfektan, juga menyediakan tempat cuci tangan di sejumlah fasilitas umum ataupun kantor pemerintahan.

Selain itu, kita juga melakukan pendataan hingga pemeriksaan kesehatan pada warga perantau yang pulang ke Pamekasan. Termasuk juga berbagai himbauan kepada masyarakat agar selalu menjaga jarak, termasuk menghindari pusat keramaian. [pin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar