Pendidikan & Kesehatan

Tim Satgas Covid-19 Tracing Keluarga PDP Meninggal

Pamekasan (beritajatim.com) – Tim Satgas Penanggulangan Covid-19 Pamekasan, melakukan tracing dan rapid tes terhadap keluarga yang pernah kontak langsung dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal di ruang isolasi RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan, Selasa (5/5/2020).

“PDP yang meninggal itu merupakan pasien baru, kita juga masih belum tahu yang bersangkutan terpapar dari siapa. Sehingga semua keluaega PDP meninggal langsung kita tracing dengan melakukan rapid tes,” kata Bupati Pamekasan, Badrut Tamam.

Selain itu, PDP asal Desa Bandaran, Tlanakan, juga sempat dilakukan rapid tes dan hasilnya reaktif Covid-19. Sekalipun hingga saat ini hasil swab spesimen yang bersangkutan belum keluar dari Laboratorium Balitbangkes RI dan masih menunggu hingga 10 hari kedepan.

“PDP yang meninggal ini masuk klaster baru, sebab yang bersangkutan tidak pernah kemana mana, namun hasil rapid tes reaktif Covid-19. Jadi PDP ini hanya ibu rumah tangga dan tidak pernah kemana-mana,” ungkap pria yang akrab disapa Ra Badrut.

Pihaknya menilai kemungkinan sakit yang diderita PDP baru tersebut akibat tranmisi lokal Covid-19 yang mulai masuk ke kabupaten Pamekasan. “Klaster baru PDP yang meninggal ini akan terus kita tracing, termasuk pihak keluarga yang sempat kontak langsung dengan yang bersangkutan,” jelasnya.

PDP baru yang berusia 46 tahun masuk dan dirawat di RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan, sejak Senin (4/5/2020) kemarin. Ia langsung menjalani perawatan di ruang isolasi akibat mengalami gejala batuk dan sesak nafas.

Penetapan sebagai PDP tersebut tidak lepas dari hasil pemeriksaan tim medis, sebab berdasar hasil rapid tes, yang bersangkutan menunjukkan reaksi virus corona. Sehingga yang bersangkutan ditetapkan sebagai pasien dengan status PDP. [pin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar