Pendidikan & Kesehatan

Antisipasi Penyebaran Covid-19

Tim Satgas Covid-19 Pamekasan Lakukan Pelacakan Warga Kontak Pasien Positif

Pamekasan (beritajatim.com) – Tim Medis dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Pamekasan, hingga saat ini terus melakukan pelacakan kepada warga yang pernah kontak dengan pasien terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona yang sedang dirawat di RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan.

Pelacakan tersebut dilakukan karena dikhawatirkan ada orang lain yang pernah kontak langsung dengan pasien positif Covid-19, termasuk kekhawatiran jenis virus dari Tiongkok dapat menular kepada orang lain yang sempat kontak dengan pasien bersangkutan.

“Hingga saat ini tim medis dari RSUD (Smart) Pamekasan maupun Puskesmas asal pasien yang positif Covid-19, masih bekerja untuk melakukan pelacakan. Khawatir orang yang pernah kontak dengan pasien tertular virus corona,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, dr Ahmad Marzuki, Minggu (12/4/2020).

Berdasar laporan terakhir yang tercover Tim Satgas Covid-19 Pamekasan, terdata sekitar 10 orang yang diketahui pernah kontak dengan pasien posotif Covid-19 asal Kecamatan Larangan. Dari jumlah tersebut, sekitar sembilan orang di antaranya merupakan famili pasien, seorang lainnya merupakan pembantu rumah tangga pasien.

“Dari 10 orang yang terlacak, tiga di antaranya dinyatakan positif berdasar hasil rapid test, tapi kondisi itu belum terkonfirmasi. Termasuk kasus positif sebelumnya dengan melacak 24 orang yang pernah kontak langsung dengan pasien, namun hasil rapit tes hasilnya negatif,” ungkapnya.

Total warga yang menjalani tes cepat berdasar pelacakan terdata sebanyak 34 orang, terdiri dari 24 orang yang sempat kontak dengan pasien pertama, serta 10 orang yang kontak dengan pasien kedua yang saat ini tengah menjalani perawatan intensif di ruang isolasi RSUD Smart Pamekasan.

“Pasien yang saat ini menjalani perawatan di RSUD Pamekasan, memiliki riwayat pernah datang ke daerah zona merah Covid-19, yakni mengikuti pelatihan petugas haji di Surabaya. Sedangkan pasien pertama yang meninggal dunia juga dari zona merah, yakni Malang,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Wakil Tim Satgas Covid-19 Pamekasan.

Berdasar update peta sebaran Covid-19 yang dirilis Tim Satgas Covid-19 Pamekasan, Sabtu (11/4/2020) kemarin. Angka Orang Dalam Resiko (ODR) terdata sebanyak 6.933 orang, jauh lebih kecil dibandingkan rilis sebelumnya yang terdata pada angka sebanyak 7.254 orang.

Sedangkan status Orang Dalam Pantauan (ODP) justru kembali naik, sekalipun tidak signifikan. Sebab saat ini terdata sebanyak 155 orang dengan status ODP yang tersebar di 13 kecamatan berbeda di Pamekasan, bertambah tiga orang dari rilis sebelumnya yang terdata sebanyak 152 orang.

Sementara tercatat sebanyak dua orang yang masuk status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang sempat dirawat di RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan. Namun keduanya dinyatakan negatif Covid-19 berdasar hasil Laboratorium Balitbangkes (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan) Jakarta, beberapa waktu lalu.

Hanya saja dua orang lainnya dinyatakan positif terinfeksi virus corona, bahkan satu di antaranya meninggal dunia dan membuat kabupaten Pamekasan, terdata sebagai zona merah penyebaran Covid-19. Sedangkan satu orang lainnya masih menjalani perawatan di RSUD Smart Pamekasan. [pin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar