Pendidikan & Kesehatan

Tiga Tuntutan Mahasiswa untuk Rektor IAIN Madura

Pamekasan (beritajatim.com) – Sejumlah mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, menilai surat edaran Rektor tentang Pemberian Keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) tidak berpihak kepada mahasiswa, khususnya di tengah pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan saat mereka menggelar demonstrasi dalam rangka menuntut kebijakan rektor, di depan Gedung Rektorat di lingkungan perguruan tinggi di Jl Raya Panglegur KM 4 Tlanakan, Selasa (23/6/2020). Sekaligus melayangkan tiga jenis tuntutan kepada rektor.

“Merespon edaran yang dikeluarkan Rektor IAIN Madura, kami rasa tidak lagi berpihak dan tidak bisa melihat situasi dan kondisi mahasiswa. Apalagi saat ini berada di tengah pandemi Covid-19,” kata Presiden Mahasiswa IAIN Madura, Ubaidillah.

Dari itu, tiga jenis tuntutan mereka layangkan kepada pemangku kebijakan dalam rangka membantu meringankan beban mahsiswa lainnya. “Ada tiga tuntutan yang kami sampaikan, yaitu meminta rektor agar merevisi surat edaran tentang UKT mahasiwa,” ungkapnya.

Surat Edaran Rektor IAIN Madura tentang Keringanan Pembayaran UKT Mahasiswa.

“Tuntutan lainnya berupa memberikan potongan (diskon) UKT mahasiswa hingga 50 persen dengan catatan tanpa syarat, serta memberikan fasilitas kuliah daring berupa kuota internet kepada seluruh mahasiswa,” sambung Ubay (sapaan akrab Ubaidillah).

Menyikapi hal itu Rektor IAIN Madura, Mohammad Kosim mengabulkan sejumlah tuntutan yang dilayangkan anak didiknya yang melakukan aksi unjukrasa dengan diwarnai pembakaran ban bekas di kompleks perguruan tinggi negeri di Pamekasan.

“Jadi tadi sudah kami temui adik-adik mahasiswa, sekaligus menandatangani surat tuntutan yang mereka layangkan. Tentunya dengan adanya beberapa koreksi sesuai dengan regulasi dan kebijakan yang sudah kita buat,” kata Mohammad Kosim.

Dari tiga tuntutan tersebut, di antaranya berupa tuntutan keringanan pembayaran UKT mahasiswa hingga mencapai angka 50 persen dengan catatan tanpa syarat. “Pada poin itu kita revisi potongan pembayaran hingga 20 persen saja, termsuk tuntutan lainnya,” pungkasnya. [pin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar