Pendidikan & Kesehatan

Tiga Jalan Utama di Ponorogo Terapkan Physical Distancing

Ponorogo (beritajatim.com) – Seiring dengan bertambahnya warga Ponorogo yang positif virus corona, dimana semula hanya tiga orang dan kini sudah menjadi 6 orang, Satlantas Polres Ponorogo menerapkan physical distancing di jalan utama di bumi reyog.

Seputaran jalan di Alon-alon yakni jalan alon-alon utara dan alon-alon timur yang menjadi lokasi terapan physical distancing tersebut. Selain itu juga ada jalan protokol lainnya yaitu jalan HOS Cokroaminoto yang dilakukan penerapan serupa.

“Penerapan kawasan physical distancing di 3 wilayah ini dengan maksud supaya bisa memutus rantai penyebaran Covid-19,” kata Kasat lantas Polres Ponorogo AKP Indra BudiĀ  Wibowo, Minggu (12/4/2020).

Pelaksanaan physical distancing di 3 jalan itu dilakukan di waktu-waktu tertentu, saat hari Senin-Jumat dilakukan pada pukul 18.00-22.00. Sementara saat hari Sabtu dan Minggu pada pukul 06.00-09.00.

Sedangkan untuk jalan HOS Cokroaminoto hanya dilakukan pada hari Sabtu-Minggu saja saat pukul 06.00-09.00. Selain memutus rantai penyebaran, physical distancing bertujuan untuk mengurangi jumlah kendaraan dan pengendara yang akan melintas di kawasan Ponorogo.

“Dengan begini diharapkan bisa mencegah kerumunan masyarakat sedini mungkin. Dan semakin menyadarkan masyarakat untuk tinggal di rumah,” katanya.

Hingga hari ini, jumlah ODP pekerja migran Indonesia (PMI) mencapai 1461 orang. Sedangkan yang non PMI berjumlah 9578 orang. Bupati Ipong Muchlissoni menyebut banyaknya ODR non PMI ini kebanyakan merupakan mahasiswa atau santri yang kuliah atau mondok di daerah zona merah di luar Ponorogo.

“Satgas Desa yang selalu melaporkan, adanya warga yang pulang kampung. Kemudian mereka mensarankan yang bersangkutan untuk isolasi mandiri selama 14 hari,” pungkasnya. (end/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar