Pendidikan & Kesehatan

Tiga Hari Lagi, PTM SD dan SMP di Gresik Mulai Dibuka

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) usai rakor akan diberlakukannya PTM di sekolah SD dan SMP

Gresik (beritajatim.com) – Tiga hari lagi atau Senin depan, pembelajaran tatap muka (PTM) sekolah SD dan SMP di Kabupaten Gresik mulai diberlakukan. Kegiatan belajar-mengajar tersebut diawali dengan pelaksanaan ujian sekolah untuk siswa Kelas 6 SD dan kelas 9 SMP.

Untuk memastikan kesiapan PTM, Bupati Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) mengajak forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) dan instansi terkait, mengevaluasi kesiapan PTM tersebut.

Sesuai schedule, PTM ini akan diberlakukan untuk sekolah setingkat SD dan SMP, sedangkan untuk TK, Paud dan kelompok belajar masih dalah taraf evaluasi mendalam.

Sebelum PTM diberlakukan, Peraturan Bupati (Perbup) nomor 50 tahun 2020 yang ditetapkan 3 Desember lalu tentang Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka di masa Transisi Menuju Tatanan Normal Baru Pada Kondisi Pandemi Corona Virus Disease 2019 (covid-19) segera dievaluasi.

“Saya harap Perbup 50 tahun 2020 tersebut disesuaikan dengan keadaan saat ini yang sedang berlaku di Kabupaten Gresik. Misalnya, tentang larangan yang ada di perbup tersebut bahwa siswa dilarang naik kendaraan umum, guru luar Gresik dilarang mengajar,” ujar Gus Yani, Jumat (16/04/2021).

Dirinya juga berharap, sebelum PTM diberlakukan. Semua guru di Gresik sudah mendapat vaksin. “Kami minta Dinkes Gresik juga memberikan vaksin kepada masyarakat Pendidikan yang lain misalnya penjaga sekolah, tukang kebun dan lain-lain yang ada di sekolah,” ungkapnya.

Untuk pengaturan jam belajar lanjut Gus Yani, kapasitas murid serta durasi pembelajaran setiap minggu juga dipastikan. Selain itu, yang tak kalah pentingnya izin pernyataan tertulis dari orang tua murid maupun dari pihak komite sekolah.

“Soal laporan dari pihak Diknas masih adanya sekolah yang belum siap melengkapi sarana prasarana untuk PTM. Saya minta kepada pihak Diknas untuk mendampingi. Jadi sekolah yang belum siap tersebut tetap memulai pembelajaran tatap muka didampingi oleh pihak Diknas,” kata Gus Yani. [dny/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar